Tuesday, 23 April 2019

13 TKSK Mendapat Santunan Manfaat JKK dan JKM dari BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 15 April 2019 — 15:39 WIB
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita , dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyerahkan  santunan manfaat JKK dan JKm kepada 13 keluarga TKSK.(ist)

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita , dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyerahkan santunan manfaat JKK dan JKm kepada 13 keluarga TKSK.(ist)

JAKARTA –   13 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kemensos RI mendapat santunan berupa  manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian.

Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja diberikan  kepada ahli waris Alvin Datu Adam dan 12 manfaat Jaminan Kematian(JKM) dari  BPJS Ketenagakerjaan . TKSK merupakan pekerja non ASN di Kementerian Sosial RI.

Penyerahan manfaat JKK dan JKm   diserahkan secara simbolis oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto disela-sela Rapat Kerja Nasional Kemensos RI yang diselenggarakan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (15/4/2019).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2013, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan(TKSK) adalah seseorang yang diberi tugas, fungsi dan kewenangan oleh Kementerian Sosial dan/atau dinas/instansi sosial provinsi, dinas/instansi sosial Kabupaten/Kota selama jangka waktu tertentu untuk melaksanakan dan /atau membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial di setiap wilayah penugasan di kecamatan.

TKSK ini memiliki tiga tugas pokok dalam kesehariannya yaitu sebagai koordinator, fasilitator dan administrator.

merry

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto,  Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan dr. Merry Triwisatawati,                                                                                                  PPs Kakacap Cengkareng Hasan Basri dan Kakacab Mangga Dua Indra Iswanto.(Ist)

“Sejak masa kepesertaan Maret 2018 hingga Maret 2019, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada peserta TKSK ini sebesar Rp. 803 Juta dengan rincian sebesar Rp. 600 Juta untuk pembayaran manfaat JKM dengan 25 kasus dan sisanya Rp. 203 Juta untuk manfaat JKK dengan 4 kasus, kata Agus Susanto yang didampingi Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan dr. Merry Triwisatawati mewakili Deputi Direktur Wilayah DKI Jakarta.

Agus menambahkan,  Kementerian Sosial RI telah melindungan tenaga kerja non ASN yang berada di jajarannya sebanyak 7.014 orang yang berada di seluruh Indonesia. Program perlindungan non ASN ini mencakup perlindungan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

“Kami mengapresiasi Kemensos yang sudah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pegawai Non ASN-nya, mudah-mudahan kebijakan ini juga diikuti oleh lembaga dan institusi lainnya,” harap Agus.

Merry Triwisatawati berharap, selain TKSK, Kemensos juga segera mendaftarkan anggota Tagana dan pendamping PKH sebagai peserta, mengingat tugasnya yang cukup berat.

“Saat ini ada sekitar 30.000 anggota Tagana dan 40.000 pendamping PKH. Mereka butuh perlindungan kerja, agar kesejahteraan keluarganya tercover saat terjadi musibah. Contohnya seperti 13 TKSK ini  yang mendapat santunan saat mendapat musibah,” ujar Merry yang didampingi PPs Kakacap Cengkareng Hasan Basri dan Kakacab Mangga Dua Indra Iswanto.

Saat ini kepesertaan TKSK diseluruh Indonesia dibawah BPJS Ketengakerjaan Cabang Cengkareng dan Mangga Dua .

Hingga saat ini, lanjutnya, jumlah pegawai non ASN yang  dilindungi BPJS Ketenagakerjaan ada 135.673 orang, sementara khusu untuk lingkungan Pemda DKI Jakarta ada 71.200 orang.

Agus menambahkan, mulai Tahun 2029 nanti seluruh pegawai Non ASN, Aparatur Sipil Negara hingga TNI dan Polri akan dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan bergabungnya PT. Tabungan Asuransi Pensiun (Persero) dan PT. Asabri (Persero) menjadi satu dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan senantiasa hadir untuk memberikan kepastian perlindungan kepada seluruh pekerja Indonesia dalam rangka membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera,” tutup Agus.(tri)