Tuesday, 23 April 2019

Kapolda, Danrem dan Tokoh Agama Musnahkan 2 Kg Sabu

Senin, 15 April 2019 — 11:43 WIB
Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir tengah memusnahkan barang bukti sabu di halaman Mapolda Banten, Senin (15/4/2019). (haryono)

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir tengah memusnahkan barang bukti sabu di halaman Mapolda Banten, Senin (15/4/2019). (haryono)

SERANG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten memusnahkan barang bukti kejahatan narkoba berupa sabu-sabu seberat dua kilogram yang diamankan dari lima tersangka jaringan pengedar narkoba di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.

Kelima tersangka itu, Dillah alias Jordan alias Fajar (32), Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, Budi Iskandar (28), Asep (39), dan Ules (28), warga Desa Tejamari, Kecamatan Baros, Yeni Chaerani (50), warga Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Pemusnahan barang bukti yang diamankan dari tersangka bandar dan kurir narkoba yang ditangkap pada Maret 2019, dipimpin Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir di halaman Mapolda Banten, Senin (15/4/2019). Turut memusnahkan Danrem 064 Maulana Yusuf Kolonel Inf Windiyatno, Kejati Banten H Hadiyastuti, Dirresnarkoba Kombes Pol Yohanes Hernowo serta tokoh agama Abuya Muftadi.

Barang bukti dimusnahkan dengan cara dihancurkan atau dilarutkan menggunakan campuran air garam lalu dihancurkan memakai alat blender.

Kapolda dalan rilisnya menjelaskan pungungkapan kasus peredaran sabu ini bermula dari tertangkapnya tersangka Hasanudin dan Asep Sanusi pada 25 Pebruari lalu. Dari kedua tersangka ini diperoleh informasi adanya pasukan sabu-sabu dalam jumlah besar yang dikendalikan tersangka Dillah dan Budi.

“Dari informasi ini dan setelah mendapatkan yang cukup, tim anti narkotika yang dipimpin Wadirresnarkoba langsung melakukan penangkapan. Tersangka Dillah berhasil ditangkap di daerah Warung Gunung, Kabupaten Lebak dan Budi ditangkap di daerah Kecamatan Baros dan keduanya langsung diamankan ke Mapolda Banten,” ungkap Kapolda.

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui sebagai barang bukti sabu berada di tangan tersangka Budi. Berbekal dari pengakuan tersebut, keduanya dikeler untuk menunjukan tempat tinggalnya di Baros. Tak susah payah, petugas Ditresnarkoba berhasil menangkap tersangka Ules dengan barang bukti dua kilogram sabu.

“Tersangka Dillah sudah melakukan transaksi sabu sejak tahun 2014 hingga 2018 dari dalam Lapas Tangerang. Setelah bebas dari penjara, tersangka kembali menjalankan bisnis haramnya dengan alasan untuk mendapatkan keuntungan,” terang Kapolda.

Hasil dari bisnis narkoba ini, lanjut Kapolda, tersangka Dillah membelanjakan keuntungannya dengan membeli sejumlah barang bergerak maupun tidak bergerak. Diantaranya,  sebidang tanah seluas sekitar 2000 m2, 2 peternakan ayam, rumah kontrakan dua lantai dan enam pintu, tiga unit motor berbagai merk, tiga unit mobil berbagai merk, 30 tabung gas elpiji 5,5 kg, uang tunai Rp200 juta serta empat unit telepon genggam.

“Seluruh barang dan uang tunai hasil kejahatan sudah kami sita untuk dijadikan barang bukti,” kata Jenderal bintang dua ini.

Sementara itu, Direktur Resnarkoba Kombes Pol Yohanes Hernowo menambahkan dari pengakuan tersangka Dillah, barang bukti sabu didapat dari seseorang warga negara Iran yang mengaku bernama Achmed. Tersangka mengaku dari Achmed, didapat sabu sebanyak enam kilogram dan empat kilogram diantaranya sudah laku terjual.

“Awalnya, tersangka mendapatkan enam kilogram sabu dari Achmed, warga negara Iran dan telah berhasil menjual sebanyak 4 kilogram,” tambah Yohanes. (haryono/mb)