Tuesday, 23 April 2019

Ngetem Sembarangan, Sembilan Angkot Diderek

Senin, 15 April 2019 — 17:29 WIB
Angkutan umum yang diderek petugas karena ngetem sembarangan. (Ifand)

Angkutan umum yang diderek petugas karena ngetem sembarangan. (Ifand)

JAKARTA –  Sebanyak sembilan  mobil angkutan umum di derek petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, karena ngetem sembarangan di Bumi Perkemahan (Buperta) Cibubur, dan menjadi biang kemacetan.

Penindakan yang dilakukan itu merupakan tindaklanjut atas laporan warga yang disampaikan ke redaksi Pos Kota melalui pesan singkat yang bertuliskan : Yth. pihak terkait, mohon untuk di depan pintu masuk Buperta Cibubur ditertibkan angkot-angkot yang ngetem sembarangan. Akibat keberadaan mereka, menjadi penyebab kemacetan. Terima kasih. (081686856xxx)

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, sembilan angkot 121 langsung diderek sebagai tindak lanjut laporan warga.

“Seluruh angkot tersebut kami bawa ke kantor unit pengelola angkutan sekolah (Upas) untuk dikandangi. Mereka kami tindak atas pelanggaran yang dilakukan dan sangsinya kami derek,” katanya, Senin (15/4/2019).

Menurut Dahlan, penindakan itu karena selama ini depan pintu masuk Buperta kerap dijadikan tempat ngetem angkutan umum. Alasannya, para sopir hanya menunggu penumpang yang baru keluar dari tol Jagorawi sebentar.

“Namun karena selama ini dikeluhkan warga dan menjadi penyebab kemacetan, tetap kami tindak juga dan diberi denda satu hari Rp500 ribu,” ujarnya.

Dahlan menyebut, tindakan yang diberikan pihaknya, selama ini sudah kerap kali dilakukan. Namun upaya yang diberikan itu dinilainya tak memberi efek jera bagi para pengemudi angkutan umum.

“Makanya kami akan sering-sering melakukan penderekan angkutan umum untuk memberi contoh ke pengemudi lain bahwa pihaknya memberi tindakan tegas bagi yang melanggar,” tegasnya.

Ditambahkan Dahlan, pihaknya akan terus memantau kawasan yang selama ini dijadikan tempat mangkal dan ngetem angkutan umum itu. Dimana nantinya, petugas akan ditempatkan di lokasi untuk menghalau pengemudi angkot agar tak terlalu lama ngetem.

“Kami ingin kawasan itu bersih dari angkot yang ngetem dan tak lagi dikeluhkan warga,” ungkapnya. (Ifand/tri)