Wednesday, 26 June 2019

Psikolog: Rekam Jejak Caleg Pengaruhi Pilihan Pemilih

Senin, 15 April 2019 — 16:14 WIB
Simulasi Pemilihan Umum 2019. (ikbal)

Simulasi Pemilihan Umum 2019. (ikbal)

JAKARTA – Rekam jejak calon anggota legislatif dinilai mempengaruhi pemilih untuk menentukan pilihannya pada pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019. Psikolog Ratih Ibrahim berpendapat kasus korupsi hingga skandal pribadi akan mempengaruhi psikologi pemilih. Ia berkata kepercayaan pemilih bisa memudar karena kasus dipengaruhi kasus aib.

“Kasus-kasus aib tersebut punya potensi mempengaruhi psikologi pemilih. Ada trust yang jadi terganggu dan rusak,” ujarnya kepada wartawan, Senin (15/3/2019).

Meski terganggu, Ratih menilai caleg tetap bisa mendapat kepercayaan jika pemilih menutup mata dari tindakan aib yang dilakukan sang caleg. “Kecuali pemilihnya memang buta atau membutakan diri terhadap kasus tersebut,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan psikolog sosial UGM Koentjoro mengatakan kepribadian calon legislatif mempengaruhi psikologi pemilih rasional dalam menentukan pilihan politiknya pada Pemilu.

“Kalau pemilih rasional, ya, akan terpengaruh. Tapi kalau kepatuhan sudah terbentuk pemilih akan membela dan merasionalkan kenapa perilaku caleg itu dapat terjadi,” tandasnya.

Menurut Koentjoro, gaya hidup bisa mempengaruhi kepribadian caleg. Dalam kasus korupsi misalnya, ia berkata, biasanya tindakan korupsi dilakukan caleg yang tidak memiliki dana atau tidak cukup percaya diri dalam bertarung di pemilu.

“Karena itu kemudian korupsi, apalagi ada desakan terus menerus dari timsesnya,” tandasnya. (ikbal/yp)