Saturday, 24 August 2019

Ridho Rhoma Mohon Penundaan Eksekusi

Senin, 15 April 2019 — 16:16 WIB
Kuasa Hukum Ridho, Achmad Cholidin, di Kejari Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat, pada Senin (15/4/2019). (cw2)

Kuasa Hukum Ridho, Achmad Cholidin, di Kejari Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat, pada Senin (15/4/2019). (cw2)

JAKARTA – Diwakili oleh kuasa hukumnya, Ridho Rhoma menyerahkan surat permohonan penundaan eksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat. Alasannya, pihaknya belum menerima salinan dan petikan dari putusan tersebut.

“Tadi saya sudah bertemu Kasi Pidum dan memberikan surat. Surat itu berisikan kalau Ridho akan memenuhi panggilan Kejaksaan jika sudah menerima petikan atau salinan putusan asli dari putusan Kasasi MA,” ujar Kuasa Hukum Ridho, Achmad Cholidin, di Kejari Jakarta Barat, Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat, pada Senin (15/4/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya memang belum menerima salinan dan petikan putusan tersebut. Meski begitu, pihaknya telah mendapatkan fotocopy petikan tersebut pada Rabu lalu.

(BACA: Ridho Rhoma Kecewa, Rhoma Irama Pertanyakan Keadilan)

“Kami minta (fotokopian petikan putusan kasasi MA), karena menjemput bola. Kami hanya minta fotokopiannya dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat,” lanjutnya.

Akan tetapi, Ridho tetap memilih untuk tidak hadir dikarenakan salinan dan petikan putusan MA belum resmi dikirim. Sikap ini didasarkan pada pasal 270 KUHAP, yang menyebutkan jika eksekusi putusan harus disertai salinan yang diserahkan kepada terdakwa, dalam hal ini Ridho Rhoma. Jika salinan dan petikan putusan telah diterima, kata Achmad, kliennya siap untuk hadir dalam eksekusi putusan kasasi MA tersebut.

“Berdasarkan pasal 270 kami bertahan, kami akan hadir setelah kami menerima salinan putusan,” jelas Achmad Cholidin.

(BACA: Belum Terima Salinan Putusan MA, Ridho Rhoma Belum Pasti Datang ke Kejari Jakbar)

Diketahui pada hari ini (15/4/2019),  Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) memanggil Ridho Rhoma. Pemanggilan itu berkaitan dengan eksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memvonis Ridho Rhoma lebih berat menjadi 1,5 tahun penjara terkait kasus narkoba. Meskipun begitu, berdasarkan hitungan Kejari Jakbar, Ridho akan menjalani masa pidana penjara selama 8 bulan atas vonis kasasi 1,5 tahun penjara.

Sebelumnya, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Ridho Rhoma dihukum 10 bulan dengan dihitung pidana kurungannya dengan rehabilitasi di RS Ketergantungan Obat (RSKO). (cw2/mb)