Wednesday, 24 April 2019

Bawaslu minta KPU Gelar Pemungutan Suara Ulang di Sydney dan Kuala Kumpur

Selasa, 16 April 2019 — 17:39 WIB
Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar. (ikbal)

Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar. (ikbal)

JAKARTA –  Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di Kuala Lumpur,  Malaysia dan Sidney, Australia Selasa (26/4/2019).

Rekomendasi disampaikan untuk memenuhi hak pilih Warga Negara Indonesia  (WNI) dan menjaga integritas proses penyelenggaraan Pemilu 2019 di kedua daerah perwakilan tersebut.

Bawaslu memerintahkan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan PSU bagi pemilih Kuala Lumpur melalui metode pos.

“Jumlah pemilih terdaftar melalui metode itu sebanyak 319.293 pemilih,” ujar anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

 

Lebih lanjut, Fritz mengatakan Bawaslu juga menyampaikan rekomendasi kepada PPLN Sidney melalui KPU untuk melakukan pemungutan suara lanjutan di TPS bagi pemilih sudah terdaftar dalam DPT, DPTB, serta DPK.

” Pemilih yang diberi hak memilih adalah pemilih yang telah berada dalam antrian namun belum dapat menggunakan hak pilih karena TPS ditutup PPLN,” tandasnya.

Sebelumnya, Bawaslu menyimpulkan bahwa telah terjadi penutupan TPS pada pukul 18.00 waktu Sidney. Hal itu menyebabkan sejumlah  pemilih tidak dapat menggunakan hak pilih sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan pemilu.

” Penutupan TPS tersebut diyakini tidak sesuai dengan asas umum dan adil dalam penyelenggaraan Pemilu 2019,” tutup Fritz. (ikbal/win)