Tuesday, 23 April 2019

Ikuti Simulasi Pemilu, Pengidap Gangguan Jiwa Planga-plongo

Selasa, 16 April 2019 — 1:20 WIB
Warga binaan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS) 2, mendapat pengarahan menjelang pencoblosan. (ifand)

Warga binaan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS) 2, mendapat pengarahan menjelang pencoblosan. (ifand)

JAKARTA – Ratusan penghuni Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa (PSBLHS) 2, di Cipayung, Jakarta Timur, mengikuti simulasi Pemilu, Senin (15/4/2019). Saat diberikan pengarahan, warga binaan ini hanya terdiam dan planga-plongo.

Pemandangan ini terjadi saat petugas dari panti memberikan informasi ke ratusan warga binaan tersebut. Pasalnya, mereka memberikan hak suaranya pada Pemilu 17 April.

“Jadi besok bilang ke petugas, bapak dan ibu, saya di TPS 78, datang ke sini untuk memilih presiden, caleg dan DPD,” kata petugas ke warga binaan.

Dalam kesempatan itu, petugas menyarankan agar warga binaan sebelum berangkat harus dandan yang rapi. Warga binaan juga diminta mandi, sabunan, gosok gigi, pakai baju bagus, dan tak lupa pakai bedak ketek.

“Jangan lupa setelah mandi, sarapan dulu, dan minum obat. Setelah itu baru berangkat ke TPS untuk nyoblos,” sambung petugas.

Saat diberikan arahan oleh petugas, terlihat sebagian besar warga binaan hanya terdiam. Pasalnya, dari puluhan penghuni yang ada, hanya segelintir orang yang berteriak, “ya, hehehe…”

Sisanya, terlihat sibuk sendiri dengan tatapan kosong. Bahkan banyak diantara mereka yang terlihat planga-plongo.

FASE STABIL

Terkait hal itu, Kepala PSHBL 2 Cipayung, Tuti Sulistiyaningsih mengatakan, warga binaan yang ada di panti ini sudah berada pada fase stabil. Pasalnya, sejak 2015 lalu pihaknya melakukan pembagian melalui cluster dalam tiga tahap seperti cluster 1 kondisinya masih parah, cluster 2 kondisinya mulai pulih, dan cluster 3 sudah ingat keluarga mereka masing-masing.

“Jadi yang agresif, yang baru diambil dari Dinas Sosial DKI Jakarta itu ditaruh di PSBL 1 Cengkareng. Lalu yang fase stabil ditaruh sini dan PSBLHS 1 di dekat sini (lokasinya di belakang PSBLHS 2) karena PSBLHS terdapat 2 panti. Kemudian yang sudah siap diberdayakan ada di PSBL 3 Daan Mogot,” jelasnya.

Tuti mengaku sudah melakukan beberapa tahap sebelum diadakan pemilu. Contohnya, Senin kemarin juga digelar simulasi untuk membimbing para warga binaan sosial ini sebelum hari H pencoblosan.

“Sudah tiga kali dilakukan, hari ini hanya simulasi penempatan. Jadi karena di PSBLHS 2 ada 2 TPS yakni 78 dan 79, mereka kami taruh di satu tempat per TPS tadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, akan mengatur warga binaan mulai dari sarapan hingga saat ada di lokasi. Langkah ini dilakukan agar ketika pencoblosan tidak sulit lagi mengaturnya.

“Ini kami sedang tentukan tempat duduk mereka, supaya nanti terarah semua,” papar Tuti.

Di panti sosial yang dipimpin Tuti, ada 703 pemilih. Untuk memudahkan proses pencoblosan, semuanya akan dibagi di lima TPS berbeda. Ratusan pemilih ini nantinya akan mencoblos di TPS 78, TPS 79, TPS 80, TPS 82 dan TPS 83. (ifand)