Wednesday, 24 April 2019

Katedral Notre-Dame Terbakar, Presiden Prancis: ‘Kami akan Bangun Kembali’

Selasa, 16 April 2019 — 17:09 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan pernyataan menanggapi insiden kebakaran Notre-Dame.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan pernyataan menanggapi insiden kebakaran Notre-Dame.

PRANCIS– Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berikrar membangun kembali Katedral Notre-Dame setelah kebakaran dahsyat merusak sebagian bangunan bersejarah itu.

Dinas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan struktur bangunan berusia 850 tahun itu, namun menara dan atapnya telah rubuh.

Kebakaran dinyatakan dapat dipadamkam hampir sembilan jam sejak dimulai.

Penyebabnya belum jelas, namun pejabat menyebut peristiwa itu mungkin terkait dengan proyek renovasi yang tengah berlangsung.

Kantor kejaksaan Kota Paris mengatakan mereka sedang menyelidiki peristiwa ini sebagai kecelakaan. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berikrar untuk membangun kembali Katedral Notre-Dame setelah kebakaran dahsyat merusak sebagian bangunan bersejarah itu.

Api terlihat mulai Senin sore waktu setempat. Api memusnahkan sebagian besar atap.
Macron: ‘Tragedi yang buruk’

Saat berkunjung ke lokasi pada Senin (15/4) malam, Macron mengatakan “yang terburuk telah dihindari’ mengingat struktur utama katedral masih utuh.

Bagaimanapun, dia menegaskan, akan segera memulai skema penggalangan dana internasional demi membiayai upaya rekonstruksi katedral.

“Kami akan membangun kembali katedral ini bersama-sama dan tak perlu diragukan ini adalah bagian dari takdir Prancis dan proyek yang akan kita emban selama tahun-tahun mendatang,” kata Macron.

“Itu yang warga Prancis harapkan (dan) karena itu yang patut dilakukan demi sejarah kami,” tambahnya dengan nada emosional seraya mengatakan peristiwa tersebut adalah “tragedi yang buruk”.
Kebakaran di Notre-Dame terjadi pada Senin (15/4) sekitar pukul 18.30 waktu setempat dan menjalar ke bagian atap katedral sehingga merusak kaca patri dan mebel-mebel kayu sebelum akhirnya merontokkan menara.

Dinas pemadam kebakaran menghabiskan waktu berjam-jam mencegah menara lonceng ambruk. Tim SAR kini tengah meninjau luasnya kerusakan yang ditimbulkan kebakaran.

Saat kebakaran melanda, beberapa bagian bangunan tampak dilingkupi steger. Ini disebabkan katedral sedang proses renovasi setelah sebagian batu tampak retak dan menimbulkan kerisauan struktur bangunan dalam kondisi tidak stabil.

Macron mengatakan katedral adalah “untuk semua rakyat Prancis”, termasuk mereka yang belum pernah mengunjungi bangunan itu.

Dia tak luput menyanjung “keberanian ekstrem” para 500 petugas pemadam kebakaran yang terlibat dalam operasi pemadaman.
Benda-benda seni di tempat aman’

Tim SAR berhasil menyelamatkan sejumlah benda seni dan keagamaan, termasuk mahkota duri yang disebut dipakai Yesus Kristus sebelum disalib. Benda itu disimpan di dalam bangunan katedral.

Jubah, yang disebut-sebut dipakai Raja Louis IX saat membawa mahkota duri ke Paris, juga diselamatkan.

“Kami punya rantai solidaritas, khususnya dalam menyelamatkan karya seni…(Benda-benda itu) dapat diselamatkan dan diletakkan di tempat aman,” kata Wali Kota Prancis, Anne Hidalgo.

“Ini tragedi bagi seluruh dunia….Notre-Dame mencakup seluruh sejarah Paris.”

Sejarawan Camille Pascal menuturkan kepada BFMTV bahwa”warisan tak ternilai” telah hancur.

“Peristiwa malang dan gembira selama berabad-abad telah ditandai oleh lonceng-lonceng Notre-Dame. Kami hanya bisa menatap dengan kengerian terhadap apa yang terjadi.” (BBC)