Wednesday, 24 April 2019

Bantah Politik Uang

M Taufik: Buat ‘Serangan Fajar’ Ya Harus Ribuan Dong Amplopnya

Selasa, 16 April 2019 — 16:56 WIB
Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik. (yendhi)

Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik. (yendhi)

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik yang pada Pemilu 2019 kembali nyaleg mengakui pria bernama Charles Lubis dan Jafar sebagai tim suksesnya. Kedua orang itu baru saja ketangkap tangan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara setelah diduga melakukan money politic atau praktek politik uang menjelang Pemilu pada Rabu besok (17/4/2019).

Meski mengakui Charles dan Jafar sebagai Timsesnya, Taufik membantah soal politik uang yang diduga dilakukan kedua orang itu. Taufik menerangkan kedua orang itu saat ini berperan sebagai saksi di tingkat Rukun Warga (RW) di wilayah rumahnya, Warakas, Jakarta Utara.

(BacaDiduga Politik Uang, Bawaslu OTT Pria di Depan Rumah M Taufik)

“Mereka itu saksi di tingkat RW. Uang itu untuk koordinator saksi,” kata Taufik, di Seknas Prabowo- Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Menanggapi informas soal adanya sejumlah amplop berisi uang yang diamankan dari tangan Charles, Taufik menyebut uang di amplop itu hanya untuk kepentingan saksi. “Dan itu diperbolehkan oleh undang-undang, karena masuknya ke ongkos politik,” pungkas Direktur Sekretariat Nasional BPN Prabowo-Sandiaga Uno itu.

(BacaOTT Politik Uang, Polisi dan Banwaslu Jakut Amankan 80 Amplop Isi Rp500 Ribu)

Informasi yang dihimpun, total 80 amplop berisi Rp500 ribu diamankan dari tangan Charles. Ia diamankan di depan rumah sekaligus posko pemenangan M Taufik, di Warakas, Jakarta Utara, kemarin pukul 17.30 WIB.

“Logikanya cukup dengan 80 amplop, kalau buat serangan fajar ya harus ribuan dong amplopnya,” imbuh Taufik. (*/ys)