Tuesday, 16 July 2019

Jelang Pencoblosan

MUI: Masyarakat Baiknya Berdoa dan Bermunajat kepada Allah SWT

Selasa, 16 April 2019 — 10:53 WIB
MUI. (dok)

MUI. (dok)

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta penyelenggara Pemilu 2019 untuk bersikap tegas, independen, imparsial, profesional, responsif, transparan dan akuntabel,  sehingga terselenggara pemilu yang demokratis, tertib, aman, jujur, adil, berkualitas dan bermartabat.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Selasa (16/4/2019). “Jadi kami minta kepada KPU, Bawaslu dan DKPPu untuk profesional dan independen,” ucap Zainut.

Selain itu, lanjut Zainut, MUI juga berharap kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan media massa diharapkan dapat membantu mendinginkan suasana selama masa tenang..

“Kepada mereka diharapkan dapat memerankan diri sebagai penjaga moral, rekonsiliator dan perekat bangsa untuk merajut kembali keretakan sosial akibat dari hiruk pikuk, silang sengketa dan hingar bingar selama berlangsungnya masa kampanye,” ujar dia.

MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam agar menjadikan masa tenang sebagai media untuk melakukan kontemplasi, muhasabah, berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 berjalan lancar, aman, damai dan tidak ada sesuatu yang menjadi rintangan.

“Sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan tenang, senang dan pertimbangan yang jernih dan rasional, sehingga akan terpilih putra-putri bangsa yang beriman, bertakwa, jujur, aspiratif dan mampu mengemban tugas negara dengan penuh dedikasi, amanah dan tanggung jawab, ” Zainut menambahkan.

Seluruh peserta Pemilu baik itu partai politik, calon legislatif, pasangan calon presiden dan wakil presiden dan seluruh tim sukses pendukungnya agar mentaati peraturan pemilu selama masa tenang.

Seperti, para peserta pemilu dilarang berkampanye dalam bentuk apa pun, menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk : tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, dan memilih calon anggota legislatif.(johara/mb)