Sunday, 15 September 2019

Pesinetron Andi Bersama dan H. Otong Lalo Merasa Dibesarkan Pos Kota

Selasa, 16 April 2019 — 10:07 WIB
Otong Lalo

JAKARTA – Surat kabar ‘Pos Kota’ menjadi bagian dari sejarah perjalanan sebagian seniman ibukota. Aktor sinetron Andi Bersama pernah menulis cerpen di Pos Kota edisi Minggu, sedangkan H. Otong Lalo pernah menjual televisi lewat iklan mini ‘Pos Kota’

Andi Bersama, pemeran Wak Saum dalam sinetron seri ‘Dunia Terbalik’, berdecak kagum ketika dia tahu bahwa koran harian ‘Pos Kota’ berulang tahun ke 49.

“Hebat, bisa mencapai 49 tahun, luar biasa bisa bertahan sampai di era digital sekarang. Ini adalah koran favorit aku sejak muda bahkan sampai sekarang, “ katanya.

“Bahkan aku pernah menulis cerpen buat Pos Kota di akhir tahun 80-an. Waktu itu tiap hari Minggu ada rubrik cerpennya,” ungkap Andi Bersama.

Pemain film Jembatan Pensil dan puluhan film layar lebar serta panggung teater ini mengharapkan agar Pos Kota tetap mempertahankan ciri rubrik khasnya, yaitu Doyok, Nah Ini Dia, kriminal dan perkotaan.

“Kalo bisa, kayak dulu, gitu buka pintu yang terlihat langsung ‘Pos Kota’, dan ada di mana-mana. Mudah-mudahan sebagai koran rakyat, Pos Kota bisa bertahan selamanya,” harap Andi.

Jual Teve

Cerita nostaligia juga diungkapkan H. Otong Lalo, seniman Betawi serba bisa, pelawak, penyanyi, pemain lenong, yang kini intens berakting di sinetron seri ‘Tukang Ojek Pengkolan’.

Dia mengenangkan masa mudanya, sebagai artis wajah baru yang banyak dipublikasi oleh wartawan ‘Pos Kota’. Ngetop lewat Pos Kota.

Bang Otong Lalo, mengaku kenal semua wartawan peliput hiburan dari yang paling senior hingga junior di koran Pos Kota. “Saya sempat mengalami krisis ekonomi juga. Pernah jual teve lewat Pos Kota, “ kenangnya, saat melewati proses berkeseniannya.

Kini masa itu sudah lewat. Lewat TOP, dia dikontrak untuk 3.000 epiosode dan kini sudah melewati 1.700 episode. Ketika diwawancarai, baru saja melaksanakan umroh. “Di usia 60 masih dikasi umur dan rezeki lewat seni. Alhamdulillah, “ kata aktor kelahiran 10 Juli 1959 ini.

“Saya dapatin Pos Kota dari pengecer yang keliling rumah. Sekarang masih ada kok. Di halte dekat rumah juga masih ada, “ kata warga Petojo, Jakarta Pusat ini, kemarin. “Pos Kota (ali/dms)