Tuesday, 25 June 2019

Puluhan Warga Jaksel Ikut Pelatihan Mengemudi

Selasa, 16 April 2019 — 11:21 WIB
Puluhan warga Jakarta Selatan mendapat pelatihan mengemudi. (wandi)

Puluhan warga Jakarta Selatan mendapat pelatihan mengemudi. (wandi)

JAKARTA  – Puluhan warga Jakarta Selatan mendapat pelatihan mengemudi dan pembuatan SIM A secara gratis. Diharapkan dengan cara seperti ini kedepan akan dapat mengatasi pengangguran wilayah.

Wali Kota, Jakarta Selatan Marullah Matali, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Pemkot Jakarta Selatan terus berupaya mengatasi pengangguran wilayah. Salah satu yang dilakukan melalui Sudin  Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) dengan mengatakan, pelatihan SIM A.

“Pelatihan ini sangat penting dengan tujuan agar masyarakat mendapatkan edukasi terkait dengan tata cara mengemudi di jalan. Selain itu jika sudah memiliki SIM tentu akan memudahkan warga terutama anak muda mendapat pekerjaan,” terang Marullah Matali (15/4).

Untuk itu kata Walikota bagi peserta yang ikut pelatihan dalam pelatihan ini memanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Selain itu setelah mendapat pelatihan ini peserta juga harus waspada, tertib di jalan raya dan mematuhi lalulintas.

Sementara itu Kasudin Nakertrans,  Sudrajat menambahkan, pelatihan mengemudi SIM A ini merupakan aspirasi masyarakat yang didapat dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Kita menjalankan aspirasi masyarakat dari Musrenbang. Jadi pelatihan-pelatihan yang diinginkan mereka. Harapan kita kegiatan ini akan memberi bekal untuk kehidupannya. Dari sisi ekonomi keterampilan itu bisa menjadi supir part time, dan usaha-usaha yang ada di lingkungan mereka,” terang Sudrajat.

Menurutnya, dalam kegiatan ini ada sebanyak 90 orang warga dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan mengikuti. Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini kedepan warga akan secepatnya mendapat pekerjaan.

Munanto (38), salah seorang warga mengaku sangat senang mendapat pelatihan pembuatan SIM ini. Sebab selama ini dirinya tidak memiliki surat ijin mengemudi sehingga setiap kali mau melamar pekerjaan sebagai sopir menjadi kendala.

“Mudah-mudahan setelah mendapat pelatihan ini saya akan segera mendapat pekerjaan. Karena semanjak di PHK tahun lalu saya kesulitan karena kendala tidak memiliki SIM A,” terang warga Mampang Prapatan tersebut. (wandi/mb)