Monday, 27 May 2019

Capres Harus Siap Menang Atau Kalah

Kamis, 18 April 2019 — 0:30 WIB
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. (ikbal)

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. (ikbal)

JAKARTA – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden serta tim pemenangan diminta legowo menerima apapun hasil Pilpres 2019 yang telah digelar. Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, berharap semua pihak menggunakan kepala dingin menyikapi hasil Pemilu.

“Siapapun yang menang nanti. Baik incumbent atau penantang tidak boleh ada yang melakukan tindakan anarkistis. Apalagi menyalahkan yang menang,” katanya di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Diketahui berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, hingga saat ini pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul sementara dari rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dia menjelaskan Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pilpres merupakan proses demokrasi biasa yang berulang setiap lima tahun. Karena itu dia meminta semua pihak diharapkan bisa menerima apapun hasil yang didapat.

“Pemilu 2019 semua kontestan habis-habisan berkampanye. Tidak jarang kita temukan gesekan, nyinyiran, saling serang dan saling menafikan. Dalam demokrasi perbedaan pendapat itu hal biasa. Sekeras apapun perbedaan, yang penting tidak anarkistis,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menambahkan pihak yang menang tidak boleh jemawa. Demikian halnya pihak yang kalah harus tetap lapang dada.

“Semua ada jalurnya. Jika ada keberatan dari yang kalah, jalur hukum adalah yang terbaik. Pilpres hanya rutinitas lima tahunan biasa. Pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah. Yang kalah tidak boleh marah-marah. Menang atau kalah merupakan hal yang biasa,” tandasnya.

Ujang berharap setiap kandidat harus siap menang dan kalah jika sudah menyatakan siap maju sebagai calon presiden dan wakil presiden. “Jangan hanya siap menang, tapi tidak siap kalah,” tutupnya. (ikbal)