Friday, 24 May 2019

PA 212 Batalkan Acara Sujud Syukur Kemenangan di Istiqlal dan Monas

Kamis, 18 April 2019 — 21:30 WIB
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif (tengah). (yendhi)

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif (tengah). (yendhi)

JAKARTA – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif mengatakan acara ‘Sujud Syukur Kemenangan’ yakni doa bersama yang sedianya di laksanakan di Monumen Nasional (Monas) dipindah di depan kediaman Calon Presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tidak hanya itu, salat Jumat berjamaah yang sedianya di Masjid Istiqlal juga batal dilaksanakan. Shalat Jumat akan dilakukan di sejumlah masjid dekat kediaman Prabowo.

(Baca: Slamet Maarif Ajak Pendukung Prabowo-Sandi Hadiri Acara Sujud Syukur Kemenangan)

“Sekali lagi saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang seyogyanya acaranya akan dilangsungkan di Istiglal dan Monas dipindahkan di tempat ini, di rumah Pak Prabowo Kertanegara IV dimulai dengan Jumat berjamaah di sekitar Kertanegara bisa di Al-Azhar bisa di At-Taqwa,” kata Slamet di kediaman Prabowo, Kamis (18/4/2019).

Setelah shalat Jumat, acara akan dilanjutkan dengan berkumpul di halaman rumah Prabowo untuk berdzikir dan berdoa bersama hingga Maghrib. “Insya Allah ba’dha Maghrib kita baca yasin bersama, dalam rangka Nifsyu Syaban dengan baca solawat dan sebagainya,” ucap Slamet.

Doa tersebut diharapkan agar keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hasil rekapitulasi Pilpres 2019 bisa sesuai dengan hasil real count Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang memenangkan Prabowo-Sandi 62 persen.

“Mudah-mudahan keputusan KPU sama dengan apa yang sudah kita dapatkan dan Insya Allah Indonesia menang adil dan makmur,” tegas dia.

Menurut Slamet, alasan dipindah karena pertimbangan besok dikhawatirkan mengganggu umat Kristiani yang akan melaksanakan Jumat Agung di Gereja Katedral yang dekat dengan Masjid Istiqlal dan gereja sekitar Jakarta Pusat.

“Pertimbangannya itu kita pindahlan ke tempat ini agar tetap kita toleransi dengan mereka, ibadah mereka tidak terganggu. Itu salah satu pertimbangan yang diputuskan sore tadi,” tandas Slamet. (Yendhi/b)