Monday, 27 May 2019

Wong Cilik Minta Presiden Terpilih Jangan Uber Pajak

Kamis, 18 April 2019 — 0:20 WIB
kantor dirjen pajak (ist)

kantor dirjen pajak (ist)

JAKARTA – Presiden RI terpilih mendatang diharapkan mampu meringankan beban hidup rakyat. Terutama menyangkut pajak yang selama ini dirasakan sangat memberatkan.

Masyarakat menilai kebijakan pemerintah yang gencar menguber-uber pajak membuat mereka keberatan. Apalagi saat ini kondisi ekonomi serba sulit, sehingga kebijakan itu dinilai tidak pas.

Bukan hanya warga kelas atas, kebijakan ‘uber’ pajak juga menyasar kepada wong cilik. Bahkan saat menerapkani tax amnesti juga banyak warga ekonomi biasa saja tersasar .

“Semoga pemerintah ke depan tidak uber-uber kami lagi dengan pajak. Karena sangat membebani rakyat,” harap Soleh, warga Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (17/4).

Persoalan lain yang menjadi harapan warga adalah pemerintah bisa membuat harga pangan murah. Selama ini, melambungnya harga kebutuhan pokok sangat menjekik.

“Sekarang semua serba mahal. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi pemerintah ke depan,” ucap Ny. Yuni, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.

LAPANGAN KERJA

Sedangkan Anwar, warga Mampang Prapatan, berharap pemerintah mendatang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan pendidikan murah. Mengingat saat ini tingkat pengangguran masih cukup tinggi. Bukan hanya di pedesaan, tetapi juga merambah hingga perkotaan.

“Selain masalah pengangguran, pendidikan murah harus menjadi perhatian pemerintah. Saat ini pendidikan sangat mahal karena didominasi sekolah swasta. Sedangkan sekolah negeri tidak ada penambahan sarana. Ini harus menjadi perhatian,” ucapnya.

BEBASKAN PAJAK

Secara terpisah, Salamudin Daeng, pengamat ekonomi, meminta siapapun yang terpilih menjadi presiden harus berpihak pada wong cilik.

Saat ini, Salamudin menilau daya beli sebagian besar rakyat terpuruk, seiring meningkatnya kebutuhan hidup akibat naiknya harga-harga.

Karena itu, ia mendesak pemerintah mengambil kebijakan untuk mengurangi beban masyarakat. Salah satunya membebaskan pajak buat rakyat kecil. (guruh/bi)