Friday, 23 August 2019

HUT TMII

Penataan Museum Mendesak agar Digandrungi Kaum Milenial

Jumat, 19 April 2019 — 19:05 WIB
Pameran museum yang digelar di TMII. (Ifand)

Pameran museum yang digelar di TMII. (Ifand)

JAKARTA  – Pemprov DKI diminta untuk segera menata museum-museum yang ada. Hal itu demi memberi daya tarik bagi generasi milenial agar mau masuk ke museum, dan sekaligus mengubah gaya sekaligus penampilan untuk semakin mengikuti perkembangan yang ada.

Penataan itu diperlukan karena beberapa museum yang sudah mengikuti perkembangan zaman mulai digandrungi. Dimana museum yang ada itu, sudah melakukan perubahan yang mengikuti teknologi yang ada. Seperti mengganti tampilan dengan digital dan memasang WiFi yang selama ini digandrungi generasi milenial.

Kordinator Museum dan Hubungan Kelembagaan TMII, Sigit Gunarko mengatakan, perubahan tema museum harus segera dilakukan. Hal itu demi mengikuti perkembangan zaman dan generasi milenial.

“Perubahan itu pun sudah dilakukan beberapa museum menjadi lebih milenial dan merubah tema menjadi industri kreatif,” katanya, usai pembukaan HUT TMII, Jumat (19/4).

Dikatakan Sigit, di TMII sendiri sudah merubah teknologi yang ada di museum-museum. Dimana saat ini, kondisi yang ada bukan kekunoan namun kekinian, dan semakin digandrungi.

“Di TMII sendiri, kami mengubah penampilan dengan menambahkan permainan, tampilan multimedia, dan berbagai macam kegiatan kerap melibatkan komunitas anak muda yang sudah dilaksanakan dalam merubah mainshet,” ujarnya.

Hal itu, sambung Sigit, setelah pihaknya mencontoh museum macan yang semakin digandrungi generasi milenial. Dimana mereka kerap datang meski harga tiket masuk yang dijual mencapai ratusan ribu.

“Cara merubah itu sendiri adalah menciptakan suasana yang ada sehingga bisa mengakomodir anak muda. Ada WiFi dan lainnya pastinya akan menarik semuanya,” terangnya.

Sementara itu, Satpel Sarana dan Edukasi Museum Seni Jakarta, Ari menambahkan saat ini memang masalah penataan masih menjadi perhatian.

Namun untuk mewujudkan itu, adalah dengan menambah Sumber Daya Manusia (SDM). “Karena kami sadar, era milenial museum juga harus mengikuti zamannya,” ungkapnya.

Menurut Ari, SDM yang diperlukan itu adalah mereka yang paham dengan digital, dan memiliki ide kreatif untuk bisa menyentuh kalangan anak muda. Dimana mereka bisa merubah lukisan yang dipadukan dengan era digital.

“Karena itu, butuh juga dukungan dari anak-anak muda yang kreatif untuk mewujudkan semua ini,” pungkasnya. (Ifand/win)