Thursday, 23 May 2019

Usai Bantai Bapak, si Anak Duduk Santai Menonton Televisi

Sabtu, 20 April 2019 — 14:42 WIB
ilustrasi

ilustrasi

SEMARANG – Pembunuhan sadis menggemparkan warga Pujodadi, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, Jawa-Tengah. Seorang anak mengakuk menggunakan palu dan parang hingga sang ayah tewas seketika .

Usai membantai tersangka santai duduk di kursi sambil nonton siaran televisi. Ia membiarkan ayahnya tergeletak bermandi darah di lantai.

Korban tewas adalah Saeri (75) sedangan tersangka adalah Apriliani (51). Sehari-hari keduanya tinggal berdua di rumah mereka.

Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede didampingi Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, mengatakan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Ia juga mengatakan pembunuhan diketahui Munawir (45), warga, pada Jumat (19/4/2019) pukul 13.30. Munawir tak lain adalah keponakan korban.

Saat itu saksi datang untuk mengantar beras. Ketika masuk rumah, Munawir kaget menyaksikan pemandangan mengerikan dengan tubuh paman bersimbah darah di balik gulungan kasur di lantai.

Di dekat tubuh korban, Apriliani duduk santai sambil nonton televisi .

Munawir langsung berlari keluar rumah lalu melaporkan kejadian itu ke perangkat desa yang meneruskannya ke Polsek Bonorowo. Dalam sekejap kejadian membuat gempar warga. Mereka berdatangan ke lokasi kejadian ingin mengetahui peristiwa pembunuhan sadis tersebut .

Setelah mendapatkan laporan dari Kepala Desa Pujodadi Salud Purnomo, Kanit Reskrim Polsek Bonorowo beserta anggota langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan diketahui korban mengalami luka di belakang kepala berupa sayatan benda tajam hingga bekas pukulan benda tumpul di punggung. Pada saat ditangkap, tersangka berada di dalam kamar.

Tersangka sempat melakukan perlawanan namun akhirnya berhasil dikendalikan petugas. Dalam peristiwa ini, polisi juga menyita barang bukti berupa satu palu, parang, bantal dan kasur yang berlumuran darah.

Saat ini tersangka masih diamankan di Polres Kebumen. Jika memang ada indikasi ke arah sakit gangguan jiwa, akan kita arahkan ke RSJ. Selanjutnya untuk korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum. (suatmadji/yp)