Friday, 24 May 2019

Viral, Sipir Ditangkap Selundupkan Ekstasi ke Penjara

Minggu, 21 April 2019 — 23:28 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Sebuah video seorang sipir ditangkap saat akan membawa masuk ekstasi ke dalam penjara, viral di media sosial. Aksi penyelundupan ekstasi itu berjumlah 590 butir dan disembunyikan di dalam bungkus kopi sachet, terungkap dari pengintaian petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali.

Dalam video berdurasi lebih dari 2 menit itu terlihat seorang sipir yang hanya terdiam begitu aksi penyelundupannya diketahui. Ia pun semakin ketakutan begitu dirinya diminta untuk membuka bungkus kopi hitam yang di dalamnya berisi butiran pil ekstasi.

Petugas yang masih mengenakan seragam lengkap itu diketahui berinisial IMT. Pria 28 tahun itu merupakan sipir di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) klas IIA Kerobokan, Bali. Dengan tangan diborgol, lelaki ini hanya bisa pasrah akan nasibnya saat akan berupaya membawa masuk ekstasi kedalam penjara.

Berdasarkan informasi yang didapat, upaya penyelundupan 590 butir pil ekstasi itu atas perintah seorang napi yang ada di lapas Kerobokan. SAS yang memanfaatkan sipir untuk memasukan pil setan itu ke dalam penjara. Untuk memudahkan masuk, IMT memasukan ekstasi ke dalam 20 bungkus kopi sachet.

Aksi itu sendiri terbongkar saat petugas dari BNNP Bali yang mencium adanya pengiriman ekstasi. Informasi yang didapat, barang haram itu akan dibawa masuk ke dalam lapas oleh seorang sipir. Ratusan butir pil ekstasi itu rencananya akan diperjualbelikan di dalam penjara.

Hampir beberapa hari diintai, Sabtu (21/4/2019) pagi, petugas BNNP Bali, mencium IMT yang merupakan kurir tersebut. Saat si sipir akan masuk kedalam Lapas, petugas langsung melakukan penangkapan. IMT pun hanya bisa terdiam saat petugas juga melibatkan atasan sipir itu untuk menyaksikan.

Di sebuah ruangan, IMT diminta untuk membuka bungkus kopi yang dibawanya. Saat dibuka, ditemukan hampir 30 butir ekstasi di setiap sachet kopi. “Semua ini adalah ekstasi jenis inex yang dimasukan didalam bungkus kopi,” kata seorang petugas BNNP Bali dalam video tersebut.

Di video itu juga, petugas yang mengintai sudah mendapat laporan bahwa ratusan butir pil ekstasi yang dipesan dari dalam lapas. Jumlahnya mencapai 590 butir yang dipesan oleh napi atas nama SAS. “Ini jumlahnya 500 butir lebih, saya sudah intai gerak gerik kamu,” terang petugas itu lagi.

Atas temuan itu, pihak BNNP Bali pun akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap IMT dan SAS. Petugas akan mencari siapa yang selama ini bertugas mengemas ekstasi yang dimasukan ke dalam bungkus kopi. Penyelidikan mendalam pun masih terus dilakukan petugas atas upaya penyelundupan tersebut.

Dari kejadian itu, masih terlihat para bandar dengan mudahnya mengatur sipir untuk bisa memasukan barang haram ke penjara. Dengan iming-iming uang melimpah, upaya itu pun dilakukan petugas sipir dan menambah daftar hitam masih banyaknya petugas yang terlibat.

Upaya revitalisasi lapas yang selama ini digadang-gadang Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami juga tak menunjukan hasil maksimal. Pasalnya, penjara masih dijadikan tempat bertransaksi para bandar dan bahkan mengendalikan narkotika untuk masuk ke Indonesia. (ifand/ys)