Thursday, 23 May 2019

Laporannya Soal Ratna Sarumpaet, Farhat Abas Dipanggil Polisi

Selasa, 23 April 2019 — 17:27 WIB
Farhat Abbas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (cw2)

Farhat Abbas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (cw2)

JAKARTA – Farhat Abbas mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa (23/4/2019) siang. Kedatangannya guna memenuhi panggilan polisi untuk melakukan klarifikasi terkait laporan yang dibuatnya Oktober 2018 lalu.

Dalam laporan tersebut, Farhat melaporkan Prabowo Subianto beserta 16 orang lainnya yang diduga terlibat penyebaran berita bohong kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ia mengatakan kalau ini kali kedua dirinya melakukan klarifikasi terkait laporannya tersebut.

“(Udah) pernah diklarifikasi, ini klarifikasi kedua karena Ratna sudah P-21 dan proses sidang tinggal vonis. Mungkin ada bukti-bukti mengungkapkan bahwa itu terjadi sistematis dan direncanakan oleh orang-orang ini untuk kepentingan pribadi gitu,” ujar Farhat ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (23/4/2019).

Ia mengungkapkan, penyidik menanyakan 16 pertanyaan kepada dirinya. Salah satunya menanyakan perihal pihak yang dirugikan atas dugaan kasus tersebut.

Kepada polisi Farhat mengatakan kalau salah satu yang merasa dirugikan atas adanya kasus penyebaran berita bohong tersebut adalah masyarakat.

“Iya, kan ditanya kamu melaporkan apa? Siapa yang dirugikan? Yang dirugikan itu namanya kebohongan publik yaitu masyarakat. Kemudian saya sebagai Caleg (calon legislatif) yang merupakan koalisi pendukung Pak Jokowi. Kalau berita ini tidak diungkap polisi saat itu, maka masyarakat akan tergiring untuk memusuhi Jokowi dan tim kita (TKN) dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap rezim dan parpol-parpol koalisi pendukung Jokowi,” jelasnya.

Meskipun kasus ini molor cukup lama, namun pengacara tersebut yakin kalau kasus ini akan segera naik ke tahap penyidikan.

“Kan mereka baru klarifikasi nanti prosesnya. Kita yakin ini akan naik ke penyidikan dan Pak Prabowo akan dipanggil dan akan mempertanggungjawabkan perbuatan itu,” pungkas Farhat.

Adapun 17 orang yang dilaporkan ialah,

1. Prabowo Subianto
2. Ratna Sarumpaet
3. Fadli Zon
4. Rachel Maryam
5. Rizal Ramli
6. Nanik Deyang
7. Ferdinand Hutahaean
8. Arief Puyono
9. Natalius Pigai
10. Fahira Idris
11. Habiburokhman
12. Hanum Rais
13. Said Didu
14. Eggy Sudjana
15. Captain Firdaus
16. Dahnil Azar Simanjuntak
17. Sandiaga Uno (cw2)