Friday, 24 May 2019

Nasihat dari Penyakit

Selasa, 23 April 2019 — 5:00 WIB
SENTILAN-PAK-SUS

“SAYA dulu, waktu masih muda banyak punya uang. Pokoknya kaya,” kata seorang lelaki pada teman ngobrolnya di ruang tunggu pasien rumah sakit di Tangerang.

Dia bercerita, bekerja di satu BUMN yang basah deh. Artinya kantong tuh, kalau pulang kerja penuh semua, tapi saya boros, karena terpangaruh gaya hidup di Jakarta. Setiap malam saya dugem, ke tempat hiburan. Yang namanya hiburan,termasuk permainan judi yang masih tesebar di daerah kota. Uang saya habis di situ. Jadi lucu juga ya, kerja banyak dapat uang, tapi saya harus berutang kesana kemari, sampai saudara pada bingung.

“Suatu ketika saya jatuh sakit, satu kaki saya nggak berfungsi saya lumpuh sebelah!” katanya.” Saya nggak bisa apa-apa, lumpuh total dan utang semakin banyak.

Dari situlah, Yang Maha Kuasa masih sayang pada dirinya, Dia menyadarkan lelaki yang kala itu sudah berumur 45 tahun.” Saya tergerak,saya nikah dengan wanita yang memang saya cinta sejak lama, dan baru kali ini saya perhatikan,” katanya lagi.

Singkat cerita,dia merintis kembali. Allah SWT, masih sayang padanya, dia bangkit, dan membangun rumah tangganya dengan dikarunia satu anak, tapi rezeki lumayan. Utang piutang bisa teratasi,” Ya, hidup pas-pasan, tapi kami bahagia,” katanya lagi.

Itulah kisah nyata seorang lelaki yang saat ini sudah berumur 60 tahun, dan menikmati hidupnya dengan berbagai penyakit, tapi dia merasa bahagia. Penyakit yang ada di tubuhnya secara pisik, oke oke aja. Tapi, penyakit masa muda yang menghabiskan uang di meja judi itulah yang sangat menyakitan. Lebih sakit dari penyakit pisik yang dia derita sekarang.
Lelaki itu meneteskan air mata. Air mata itu seperti nasihat buat lawan bicaranya, yang sedang berobat dan menderita banyak pula penyakit tua. Siapa tahu dia juga punya kisah sama,masalahnya jangan tunggu tua kalau mau insyaf! -massoes