Sunday, 18 August 2019

PDIP dan PKS Bersaing Kuasai Kursi DPRD DKI

Selasa, 23 April 2019 — 5:50 WIB
pemilu

 

 

JAKARTA  – PKS dan PDIP terus bersaing ketat  dalam perhitungan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019  untuk DPRD DKI Jakarta. Sampai Senin (22/4/2019) sore, untuk sementara PDIP mendapatkan 18,96 persen dan PKS memperoleh 18,09 persen.

Sedangkan  Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berada pada urutan ketiga dengan perolehan suara 15,14 persen. Perolehan suara dari ketiga partai tersebut berdasarkan suara  real count yang baru masuk 20 persen,    atau baru memuat 1.140 dari 29.063 total tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Betty Epsilon mengatakan, belum bisa menyimpulkan hasil pileg di  Jakarta. Sebab, yang terpapar di website resmi KPU merupakan gambaran sementara.

“Belum bisa mengambil kesimpulan, baru diinput   20 persen, sedangkan total TPS sekitar 29 ribu. Belum bisa komentar kesimpulannya. Masih proses,” ucapnya.

Menurut Betty, hasil penghitungan suara sudah transparan karena melalui website. Masyarakat bisa memberi saran dan kritik jika menemukan kesalahan.

“Sebenarnya dibuka website ini untuk atensi masyarakat kalau ada salah input atau sebagainya karena kami di sini kerja 24 jam. Jadi butuh masukan dari masyarakat. Jika terjadi kesalahan, akan diperbaiki,” ujarnya.

Merujuk hasil penghitungan sementara real count KPU, perolehan kursi PKS di DPRD DKI Jakarta berpotensi melambung  dibandingkan dengan  Pemilu 2014.

Pada Pemilu 2014, PDIP menguasai perolehan suara di Jakarta. Partai berlambang Banteng moncong putih mendapat 28 kursi DPRD DKI Jakarta, disusul Gerindra 15 kursi, PKS 11 kursi, Demokrat 10 kursi, Hanura 10 kursi, PPP 10 kursi, Golkar sembilan kursi, PKB enam kursi, Nasdem lima kursi dan PAN dua kursi.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, hasil yang didapatkan baru sementara. Hasil akhirnya belum keluar sehingga dia tidak dapat memastikan untuk ke depannya.

“Masih belum tahu, ya, untuk hasil akhir berapa. Itu kan berdasarkan quick count dan hasil sementara dari KPU. Ya, semoga mengawal suara dengan baik,” ucapnya seraya mengaku optimistis memenangkan Pileg 2019 di  Jakarta.

4 PARPOL

Sementara itu, empat partai politik berbasis massa Islam untuk tingkat nasional kembali melenggang ke Senayan. Itu berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, perolehan suara parpol Islam meningkat.   Bahkan, PKB dan PKS masuk lima besar dalam perolehan suara pileg.

Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris menilai, hasil itu menunjukan parpol Islam memiliki basis massa yang jelas.

“Itu cukup surprise, PKB meningkat, PKS meningkat, PAN ya stabil, PPP juga masih masuk walaupun ketua umumnya kena OTT, nah ini artinya pemilih parpol Islam atau berbasis Islam itu memiliki basis masa yang jelas sehingga relatif stabil dan meningkat,” ujar Syamsudin.

Menurutnya, meningkatnya perolehan suara beberapa parpol berbasis massa Islam dinilai karena faktor elektoral dari pasangan calon presiden maupun wakil presiden. (johara/st)