Friday, 20 September 2019

Tompi Ungkapkan Luka Lebam Ratna Hasil Oplas

Selasa, 23 April 2019 — 11:20 WIB
Tompi dan Rocky Gerung di PN Jakarta Selatan.(cw2)

Tompi dan Rocky Gerung di PN Jakarta Selatan.(cw2)

JAKARTA –  Dokter Bedah Estetika Tompi, mengaku tau pertama kali perihal Ratna Sarumpaet mengalami luka lebam yang saat itu diduga akibat penganiayaan dari cuitan Fadli Zon di twitter.

Dalam cuitan itu Fadli Zon membagikan potret diri Ratna Sarumpaet yang memperlihatkan Ratna secara keseluruhan. Foto tersebut pun dilengkapi dengan keterangan yang menunjukkan kalau Ratna mengalami pemukulan dan penganiayaan. Mengetahui hal tersebut, Tompi mengaku geram.

Saat itu pun ia langsung menawarkan bantuan kepada aktivis itu dengan meminta tolong kepada penyanyi Glen Fredly untuk menjembatani tawarannya tersebut. Bantuan tersebut berupa operasi bedah plastik untuk bekas luka penganiayaan tersebut.

(BacaTompi Muncul di PN Jakarta Selatan Jadi Saksi Ratna Sarumpaet)

“Kemudian jika butuh bantuan bedah plastik saya bersedia menolong. Kemudian saya whatsapp Glen Fredly dan minta tanyain dan kalau memang butuh bantuan saya bantuin for free. Balasan dari Glen katanya engga ada reply dari yang dihubungi, berhenti di situ,” ujar Tompi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (23/4/2019).

tompi1

Tompi saat bersaksi di PN Jaksel untuk terdakwa  Ratna Sarumpaet.(cw2)

“Dan waktu itu saya masih percaya kalau itu kasus pemukulan dan tidak ada kecurigaan, (kalau itu) bukan pemukulan,” lanjutnya.

Namun kecurigaan terkait bohongnya Ratna perihal luka lebam tersebut mulai timbul ketika Tompi melihat beredarnya foto-foto luka lebam Ratna yang terlihat secara close up. Lebam yang terlihat dari foto-foto tersebut tidak sesuai dengan kronologis yang dibacanya dari cuitan Fadli Zon di twitter.

Di mana dalam cuitannya itu, Fadli mengatakan kalau Ratna dipukuli di Bandung oleh tiga orang. “Saya pertama kali timbul kecurigaan kayaknya bukan dipukul engga cocok dengan yang di tweet,” kata Tompi.

Menurutnya, luka lebam tersebut terlihat seperti sehabis operasi bedah plastik. Sebab kata penyanyi Jazz itu, lukanya tersebut simetris dan menunjukkan seperti pasiennya sehabis menjalani operasi bedah plastik.

“Sehari-hari saya operasi orang, (luka lebam Ratna itu) tipikal gambaran bengkak memar dan sayatan simetris menunjukan operasi bedah plastik,” imbuhnya.

Kecurigaannya semakin menguat begitu melihat sejumlah foto yang menunjukkan adanya foto Ratna tengah diikat rambutnya, lalu foto dengan latar belakang rumah sakit bedah plastik.

“Saya yakin ada foto yang memperlihatkan rambut diikat. Itu treatment operasi muka rambut diikat. Gesture itu kebiasaan dokter bedah plastik. Kemudian saya liat foto background rumah sakit. Lokasi sama persis. Semakin kuat dugaan saya bukan pemukulan,” jelas Tompi.

Kemudian pada malam harinya, sekitar pukul 23.00 WIB kata Tompi, ia bercuit di twitter dan mengungkapkan kalau lebam tersebut diduga karena bedah plastik, bukan penganiyaan. Kecurigaan itu pun terjawab ketika Ratna mengadakan konferensi pers terkait kebohongannya tersebut.

“Besok paginya sebenarnya besoknya rame, sorenya Ratna konferensi pers mengakui itu bedah plastik. Secara benarnya pengakuan dari yang bersangkutan,” pungkasnya.

Ratna merupakan terdakwa atas kasus dugaan penyebaran berita bohong terkait penganiayaan dirinya. Ia ditangkap pada 4 Oktober 2018 lalu. Kini, ia tengah menjalani persidangan terkait kasusnya tersebut di PN Jakarta Selatan. Di mana hari ini, agenda persidangannya tersebut masih mendengarkan keterangan saksi.

Dalam perkara ini, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya. (cw2/tri)