Thursday, 23 May 2019

Debit Air Bendungan Katulampa Naik, Warga Kebon Pala banjir

Rabu, 24 April 2019 — 12:22 WIB
Warga Kebon Pala selamatkan barang elektronik ke tempat lebih tinggi.(cw2)

Warga Kebon Pala selamatkan barang elektronik ke tempat lebih tinggi.(cw2)

JAKARTA – Wilayah  Kebon Pala kebanjiran akibat naiknya air di Bendungan Katulampa, Bogor  yang sempat dinyatakan Siaga II pada pukul 21.00 dengan ketinggian air mencapai 170 cm.

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, Di RT 10 RW 08, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, banjir di jalan tersebut mencapai betis orang dewasa. Beberapa rumah terlihat tergenang akibat genangan banjir tersebut.

Salah satu warga, Yono, menyebutkan kalau air mulai naik sekitar pukul 06.00 WIB. Namun sejak malam, pihak RW setempat sudah mengumumkan bahwa air di Bendungan Katulampa naik. Warga pun diminta waspada terkait hal tersebut.

“Naik sudah dari jam 6 pagi tadi. Tapi dari malam memang udah diumumkan kalau Katulampa naik, jadi 170 cm ya. Jadi kita diminta waspada. Tapi untungnya air naiknya pagi,” ujar Yono ditemui di lokasi, pada Rabu (24/4/2019).

banjir

Menurutnya, banjir seperti ini sudah hal biasa. Sehingga warga pun sudah mengantisipasi jika banjir datang. Terlihat pula area depan rumah sejumlah warga di sana dibuat agak tinggi, sehingga air tidak langsung masuk, kecuali genangan air melebihi betis orang dewasa.

Ketua RT 10 RW 08 M. Djaelani menjelaskan, warga memang sudah diantisipasi dan diberitahu perihal naiknya air di bendung Katulampa. Para warga pun sudah bersiap sejak semalam. Selain itu, lanjutnya, banjir semacam ini bukan pertama kalinya. Sebab wilayahnya tersebut kerap kali menjadi langganan banjir.

“Di sini emang sering langganan banjir. Tapi ya banjir kiriman seringnya. Tapi surutnya juga cepat kok, paling nanti jam setengah dua udah surut,” kata Djaelani.

“Warga juga udah pada tau kalau banjir gini, kan udah diumumin. Mereka juga udah siap-siap kayak barang elektronik atau berharga udah dipindah ke tempat lebih tinggi,” imbuhnya.

Terlihat langit mulai menggelap. Air rintik mulai turun. Ia pun berharap agar hujan deras tidak turun siang ini. Sebab, hal ini dapat membuat genangan air di sana semakin meninggi.

“Semoga aja ujan ga turun. Kalau turun kan repot, air makin tinggi. Surutnya nanti makin lama,” seru Djaelani. (cw2/tri)