Friday, 24 May 2019

Kembali dari Suriah, 10 Wanita Kosovo Ditetapkan Sebagai Tahanan Rumah

Rabu, 24 April 2019 — 12:23 WIB
Mengenakan burka, 10 wanita Kosovo yang baru saja pulang dari Suriah jalani sidang. (reuters)

Mengenakan burka, 10 wanita Kosovo yang baru saja pulang dari Suriah jalani sidang. (reuters)

KOSOVO – Sepuluh wanita yang dipulangkan ke Kosovo dari Suriah, ditempatkan di bawah tahanan rumah dengan tuduhan berpartisipasi dalam kelompok-kelompok teroris.

Mereka termasuk di antara 110 warga Kosovo yang dibawa pulang pada Sabtu (20/4/2019) dari Suriah, termasuk 32 wanita, 74 anak-anak. Para wanita dan anak-anak dikirim ke Pusat Penahanan Asing di pinggiran Pristina tetapi dibebaskan untuk pulang setelah 72 jam.

Dilansir Reuters, sepuluh wanita tersebut menjalani sidang di Pengadilan Dasar Pristina, pada Selasa (23/4/2019) waktu setempat. Mereka dituding bergabung dengan kelompok-kelompok bersnjata asing dan kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Irak dari 2014 hingga 2019.

Setelah keruntuhan kekhalifahan Negara Islam yang dideklarasikan sendiri di Suriah dan Irak, negara-negara di seluruh dunia sedang bergulat dengan bagaimana menangani gerilyawan dan keluarga mereka yang berusaha untuk kembali ke negara asal mereka.

Populasi Kosovo secara nominal 90 persen Muslim, tetapi negara ini sebagian besar sekuler dalam pandangan. Lebih dari 300 warganya melakukan perjalanan ke Suriah sejak 2012, dan 70 pria yang bertempur bersama kelompok-kelompok militan tewas.

Polisi mengatakan 30 pejuang Kosovo, 49 perempuan dan delapan anak tetap berada di zona konflik. Pemerintah setempat  berencana untuk membawa kembali mereka yang masih di sana.

Agen keamanan internasional dan lokal sebelumnya telah memperingatkan risiko yang ditimbulkan oleh pejuang yang kembali. Pada 2015, Kosovo mengadopsi undang-undang yang membuat pertempuran dalam konflik luar negeri dapat dijatuhi hukuman hingga 15 tahun penjara. (mb)