Friday, 24 May 2019

Selamatkan Laut Dian Sastro Kumpulkan 1000 Kantong Plastik

Rabu, 24 April 2019 — 6:19 WIB
Dian Sastrowardoyo. (mia)

Dian Sastrowardoyo. (mia)

JAKARTA – Plastik yang menyampah hingga ke laut, dan dimakan ikan, dan merusak lautan, menggugah aktris cantik Dian Sastrowardoyo untuk beraksi. Dia aktif menyalamatkan bahari Nusantara dan turun ke jalan untuk menukar kantong plastik bawaan orang lain dengan tas kain.

“Kami menawarkan kantong kain gratis buat orang-orang yang lagi bawa kantong plastik,” ungkap Dian Sastrowardoyo saat jumpa pers pameran ‘Laut Kita’ persembahan Sejauh Mata Memandang di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). Kegiatan itu dilakukan bersama teman-temannya yang didukung beberapa gerakan peduli lingkungan

Kegiatan disebutnya aksi rampok plastik pas car free day di Jakarta, di mana setiap orang yang kedapatan menenteng kantong plastik, Dian Sastrowardoyo langsung menghampirinya.

Bintang film ‘Kartini’ dan ‘Ada Apa dengan Cinta?’ ini lalu memberi tas kain secara cuma-cuma dengan syarat kantong plastik yang mereka bawa sebagai imbalannya. “Banyak yang mengira aku lagi jualan tas kain. Hehehe,” kata Dian.

Dari aksi bersama kawan kawannya itu, isteri pengusaha dan ibu dua anak ini dan teman-temannya sukses mengumpulkan 1.000 kantong plastik hasil barteran 450 kantong kain. Kantong plastik itu lalu disulap menjadi instalasi seni di pameran ‘Laut Kita’ yang berlangsung pada 22 April – 16 Juni 2019. Adapun pameran tersebut dibuka berbarengan dengan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April.

Menurut Dian Sastrowardoyo, lautan Indonesia sudah darurat polusi kantong plastik. Ia menyebut penemuan 6 kg kantong plastik di dalam perut ikan paus yang terdampar di pantai Sulawesi menjadi buktinya.

Aktris 37 tahun mengaku sudah mulai mengurangi penggunaan kantong plastik, styrofoam dan sedotan yang berpotensi mencemari laut. “Aku baru tahu, tidak semua sampah bernasib sama di tempat pembuangan akhir. Ternyata cuma satu persennya yang didaur ulang. Apa kabarnya yang 99 persen? Ada yang tercecer dan hanyut ke lautan,” ungkap Dian Sastrowardoyo.

Diingatkannya, jika kita tidak segera mengubah gaya hidup serba plastik, itu berarti sedang meracuni anak cucu kita sendiri. “Mungkin efeknya baru kita rasakan nanti. Laut semakin tercemar dan ikan-ikan sudah bercampur dengan mikroplastik dan nanopalstik yang membahayakan kesehatan manusia,” tambah Dian. – dms