Friday, 24 May 2019

Begini Proses Penghitungan Suara di KPU

Jumat, 26 April 2019 — 14:06 WIB
Ketua KPU RI Arief Budiman (tengah). (yendhi)

Ketua KPU RI Arief Budiman (tengah). (yendhi)

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan bahwa hasil Pemilu 2019 tidak berdasarkan sistem hitung (situng). Penghitungan dilakukan berjenjang secara manual dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga nasional.

Arief menjelaskan proses penghitungan suara Pemilu 2019 diatur dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 atau Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang pemungutan, penghitungan, rekapitulasi, dan penetapan hasil.

“Pada bagian akhirnya kan dilakukan secara berjenjang berdasarkan berita acara manual yang dibuat di masing masing tingkatan,” kata Arief di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

Menurutnya, untuk tingkat TPS petugas KPU akan membuat form C1 kemudian dibawa ke kecamatan masing-masing untuk direkap. Kemudian penyelenggara pemilu kecamatan membuat berita acara dalam form yang disebut form DA.

“Form DA kemudian itu dibawa ke kabupaten, KPU kabupaten melakukan rekapitulasi, dituangkan dalam Form DB kemudian naik dibawa ke provinsi dilakukan rekap secara terbuka dicatat di dalam Form DC,” beber Arief.

Form DC masing-masing provinsi akan dibawa dan di rekap pada tingkat nasional kemudian hasilnya akan ditetapkan oleh KPU sebagai hasil Pemilu secara nasional.

“Informasi yang disediakan KPU melalui situng adalah informasi untuk mempercepat penyampaian hasil pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara kepada masyarakat. Dengan begini pertama penyampaian informasi yang cepat,” ucap Arief.

Untuk itu, dia meminta jangan menjadi situng KPU sebagai hasil mutlak Pemilu tingkat nasional. Pasalnya, meski situng sudah 100 persen dan memenangkan salah satu paslon tetapi KPU tetap akan berpegangan pada hasil penghitungan manual berjenjang.

“Jadi info yang cepat ini bermanfaat bagi semua pihak. Tapi jangan kemudian dipahami bahwa inilah satu-satunya alat untuk menetapkan hasil pemilu secara nasional. Ini sebagai alat untuk menyediakan informasi secara cepat,” tandasnya. (yendhi/yp)