Wednesday, 17 July 2019

Dana Perbaikan Jembatan Merah, Warga Berharap Keiklasan Pengendara yang Lewat

Jumat, 26 April 2019 — 0:15 WIB
Kondisi jembatan yang dibangun atas swadaya masyarakat. (Ifand)

Kondisi jembatan yang dibangun atas swadaya masyarakat. (Ifand)

JAKARTA– Hampir tiga pekan berlalu dan tidak juga mendapat perbaikan, warga akhirnya mengecrek (meminta uang ke pengendara). Hal itu dilakukan untuk memperbaiki jembatan merah di Jalan Haji Amsir Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Suradi, 56, warga RW 04 mengatakan, dana perawatan jembatan merah didapat dari sumbangan pengguna jembatan atau biasa disebut ‘ngecerek’. Di mana warga menyiapkan ember dengan harapan yang melintas menyisakan uangnya. “Seikhlasnya saja, enggak dipatok minimal harus berapa atau dipaksa nyumbang. Namanya juga ngecrek,” katanya, Kamis (25/4).

Menurut Suradi, karena sukarela, dana hasil ngecerek yang terkumpul juga tak mampu memperbaiki jembatan merah secara utuh maupun setengahnya. Uang yang didapat hanya mampu memperbaiki secuil dari sekian banyak kerusakan yang terdapat di sekujur tubuh Jembatan Merah. “Ya perbaikinya begitu saja, kalau ada yang Lubang di las, ditambah pakai pelat baru. Lihat saja di jembatan banyak tambalannya, sudah pada bopeng-bopeng,” ujarnya.

Lain lagi dengan Mini, 38, warga RW 03 yang mengaku hampir di setiap bulannya warga harus ngecerek demi memperbaiki kerusakan Jembatan Merah yang terus bertambah seiring waktu.
“Hampir setiap bulan pasti ada perbaikan. Perbaikannya sih kecil, dilas yang bagian bolongnya. Tapi hampir setiap bulan pasti ada perbaikan. Kalau pemerintah sih enggak pernah kasih bantuan,” ucap Mini.

Ia pun berharap perbaikan segera dilakukan agar kondisi jembatan yang dibangun dengan swadaya masyarakat ini. Dengan ikut andilnya pemerintah, pastinya akan memudahkan warga untuk beraktivitas. “Karena jembatan ini kan memang jalan penghubung untuk RW 03 dan 04,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasudin Bina Marga Jakarta Timur, Juani Yusuf mengatakan, pihaknya akan mengupayakan perbaikan jembatan. “Sedang kami upayakan, kalau kondisinya menghambat aliran air, maka akan kita tinggikan, agar air bebas mengalir,” ujarnya.

Bila tak ada kendala, kata Juani, perbaikan jembatan itu sendiri akan dilakukan pada Mei mendatang. Diharapkan, pelaksanan itu pun bisa segera dikerjakan sehingga usulan warga bisa ditangani. “Mudah-mudahan bulan Mei bisa kami tangani dengan melakukan perbaikan,” pungkasnya. (Ifand/b)