Tuesday, 16 July 2019

Caleg Golkar Ini Lolos ke DPRD Depok, Warga Ngubek Empang

Senin, 29 April 2019 — 19:37 WIB
Ratusan warga Kel. Krukut,  Limo bersama sama 'ngubek' saluran air nangkap ikan gratis. (anton)

Ratusan warga Kel. Krukut, Limo bersama sama 'ngubek' saluran air nangkap ikan gratis. (anton)

DEPOK – Puluhan warga di Kelurahan Krukut,  Kecamatan Limo, menggelar aksi ‘ngubek’ empang dan saluran air, setelah mengetahui salah satu calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar Depok H.Tajudin Thabri atau HTJ diprediksi kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Depok lagi.

Keterpilihannya diketahui setelah HTJ  berhasil meraih sekitar 7 ribu suara saat Pemilu serentak 17 April 2019 lalu  dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan  Beji,  Cinere, dan Limo.

“Alhandulillah…, Pak H Tajudin Tabri kembali duduk di DPRD Kota Depok karena berhasil meraih perolehan suara sekitar 7 ribu suara dari Dapil Beji,  Cinere dan Limo, ” kata Firdaus,  warga Krukut,  Limo,  Senin (29/4/2019).

Kegiatan ‘ngubek’ empang atau di saluran air depan Masjid At Taqwa,  Kampung Utan,  Kelurahan Krukut, Limo merupakan inisiatif warga dan simpatisan dari Pak HTJ apalagi meraih suara cukup banyak sekitar 7 ribu suara atau orang dari warga di Kec. Limo,  Cinere dan Beji.

Menurut dia,  sudah diprediksi masyarakat di tiga kecamatan kalau H Tajudin Tabri bakal memperoleh suara cukup banyak dan duduk lagi di DPRD Kota Depok.  “Anggota Partai Golkar ini beda dengan partai lain dari dulu sampai sekarang tidak berubah masuk kampung ke luar  kampung setiap saat, ” ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan Husein,  warga Limo,  selama menjadi anggota DPRD Kota Depok tahun 2014/2019 sudah banyak hasil dan perubahan di wilayah Kec. Beji,  Limo dan Cinere dalam membantu masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena bapak HTJ berhasil mendapat banyak dukungan suara baik dari warga Kel.  Krukut maupun wilayah lainnya dan kegiatan ‘ngubek’ empang merupakan kegiatan spontan, ” tambahnya.

Menyikapi hal ini, H. Tajudin Tabri, mengaku dirinya awalnya tidak tahu sama sekali kegiatan tersebut. Namun,  setelah dijelaskan baru tahu bahwa kegiatan tersebut inisiatif warga, simpatisan dan pendukungnya. “Selama kegiatan positif tentunya tidak ada salahnya,” ujarnya.  (anton)