Sunday, 22 September 2019

Diduga Kelelahan, 2 Anggota KPPS Jakarta Timur Meninggal

Senin, 29 April 2019 — 20:02 WIB
Salah satu anggota KPPS Jakarta Timur yang tewas. (Ifand)

Salah satu anggota KPPS Jakarta Timur yang tewas. (Ifand)

JAKARTA – Dua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Jakarta Timur, menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (29/4/2019). Diduga keduanya kelelahan setelah berjuang beberapa hari karena terus melakukan penghitungan suara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Timur, Wage Wardana mengatakan, pihaknya kembali berduka atas wafatnya dua anggota KPPS yang tengah bertugas. “Kedua orang yang tewas itu adalah Ahmad Farhan anggota KPPS TPS 68 Kelurahan Rawabunga, dan Cahyani, anggota KPPS TPS 81 Kelurahan Klender,” katanya.

Menurut Wage, kedua anggota KPPS itu meninggal sakit karena kelelahan karena tugas yang dijalani. Meski sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit selama beberapa hari, namun nyawanya tak dapat tertolong. “Mereka bekerja melebih waktu dari pagi ketemu pagi, tanpa istirahat. Sudah tidak wajar, overlimit,” ujarnya.

Kedua anggota KPPS yang wafat ini pun diketahui bekerja keras tanpa henti. Pasalnya dari sebelum pencoblosan, penghitungan suara, hingga membawa logistik ke kecamatan, dilakukan tanpa rasa mengeluh. Beban tugas yang berat karena pemerintah menetapkan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) digabung, sehingga pelaksanaannya menguras fisik dan tenaga.

Atas kondisi itu, Wage dilakukan evaluasi agar tak ada lagi warga yang menjadi korban. Pasalnya korban jiwa tak hanya datang dari jajaran KPU, tapi juga Bawaslu, hingga anggota polisi yang bertugas mengamankan rangkaian Pemilu 2019 yang kini masih berjalan.

“Harus dievaluasi. Ini jadi catatan untuk kita, semoga ke depan tidak dilaksanakan serentak lagi,” pungkasnya. (ifand/yp)