Monday, 17 June 2019

Jelang Sidang Hitung Suara, Polres Serang Gelar Simulasi

Selasa, 30 April 2019 — 11:48 WIB
personil dalmas saat menghadang massa yang menuding hitumg suara pemilu serentak curang dan tidak sah. (haryono)

personil dalmas saat menghadang massa yang menuding hitumg suara pemilu serentak curang dan tidak sah. (haryono)

 SERANG – Kepolisian Resor (Polres) Serang menggelar simulasi pengamanan sidang pleno hasil hitung suara pemilu serentak 2019 tingkat Kabupaten Serang, Rabu (1/5/2019).

Rencananya sidang  akan dilaksanakan di satu hotel di Kota Serang.

Acara simulasi pengamanan sidang pleno yang dipimpin langsung Kapolres Serang tersebut digelar di halaman Mapolres Serang, Selasa (30/4/2019).

Kapolres Serang AKBP Indra  Gunawan mengatakan simulasi pengamanan wajib diadakan ketika menghadapi sidang pleno hitung suara. Hal ini untuk mengantisipasi adanya ketidakpuasan atas hasil penghitungan suara.

Polres Serang, kata Indra Gunawan, akan menerjunkan personil sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK).

“Tujuan simulasi pengamanan ini adalah untuk menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadapi eskalasi yang mengarah pada gangguan kambtibmas pada sidang pleno,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi usai gelar simulasi.

Dalam simulasi diperlihatkan adanya ketidakpuasan calon saat berlangsung hitung suara yang berujung pada keributan dengan anggota KPU yang memicu saksi lain ikut terbawa situasi kurang konfusif.

Atas permintaan Ketua KPU, petugas langsung mengeluarkan para saksi tersebut dari ruang rapat pleno dan situasi berhasil dikendalikan.

Namun beberapa saat kemudian saat penghitungan suara masih berlangsung muncul serombongan massa berteriak-teriak menuntut penghitungan suara dihentikan karena dianggap tidak sah.

Massa berupaya masuk ke dalam ruang sidang namun berhasil dihalau aparat Polres Serang. Dan petugas lainnya mengamankan tempat sidang dan kelengkapannya.

Gagal masuk ruang sidang, massa mengancam akan mendatangkan massa yang lebih banyak lagi untuk menghentikan hasil hitung suara yang dinilai sarat kecurangan.

Dibawa pengamanan ketat aparat kepolisian dan TNI, sidang pleno kembali dilanjutkan. Selang beberapa saat kemudian, massa dengan jumlah besar benar-benar datang. Menghindari kejadian yang tidak diinginkan, Kapolres akhirnya memerintahkan Kabag Ops untuk menurunkan personil Dalmas. Seiring dengan itu, massa melakukan orasi sambil memblokir arus lalulintas.

Agar tidak mengganggu arus lalulintas, Kasat Lantas berupaya melobi pendemo agar tidak menggangu pengguna jalan. Sementara itu, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, personil satlantas melakukan pengalihan arus lalulintas.

Menghindari timbulnya kekacauan, Polres Serang selanjutnya menerjunkan tim negosiator agar aksi berjalan tertib. Setelah pimpinan aksi bertemu dengan tim negosiator, massa akhirnya mengikuti arahan kepolisian dengan melakukan orasi di depan gedung tempat sidang pleno berlangsung.

Kapolres juga mengimbau agar masyarakat menggunakan jalur yang benar jika memang menganganggap teleh menemukan menemukan kecurangan dan jangan bersikap anarkis. “Jika ada kecurangan-kecurangan dalam hituang suara, harus menggunakan koridor hukum yang ada,” kata Indra. (haryono/tri)