Monday, 16 September 2019

Polres Lampung Barat Gelar Operasi Keselamatan Krakatau 2019

Senin, 6 Mei 2019 — 21:53 WIB
Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan krakatau 2019 (koesma)

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan krakatau 2019 (koesma)

LAMPUNG – Polres Lampung Barat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2019  di Lapangan Mako Polres Lampung Barat Senin (6/5/2019).

Apel dipimpin Kapolres Lampug Barat AKBP Doni Wahyudi,dihadiri Dandim 0422 Lampung Barat Letkol Kav Adri Nurcahyo, serta perwakilan instansi lainnya berikut di ikuti peserta Apel Ops keselamatan dari Polri dan TNI berikut Sat Pol PP.

Operasi Keselamatan Krakatau 2019 direncanakan berlangsung 14 hari terhitung mulai hari Senin 6 Mei sampai dengan 19 Mei 2019 mendatang.

Ada pun tema dari Operasi Keselamatan Krakatau 2019 yaitu ” Meningkatkan keselamatan dan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu lintas guna Cipta kondisi kamseltibcarlantas pasca pemungutan suara Pileg dan Pilpres 2019 di wilayah hukum Polres Lampung Barat”.

Kapolres-Lampung-Barat-AKBP-Doni-Wahyudi,S.Ik-menyematkan-tanda-digelarnya-operasi.-(koesma)

AKBP Doni Wahyudi, membacakan amanat singkat Kakorlantas Polri yakni,tujuan dari operasi keselamatan Krakatau ini kita mengembalikan pasca-Pileg dan Pilpres supaya masyarakat itu kembali tertib berlalu lintas.

Intinya bahwa pelaksanaan operasi Keselamatan ini kita laksanakan untuk menekan jumlah kecelakaan, pelanggaran yang memang walaupun di Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat dari tahun ke tahun memang ada penurunan, namun ini persiapan juga untuk kita bagaimana menghadapi bulan Suci Ramadhan kita bisa beribadah dengan baik, khusyuk dan tawadhu,” ucap Kapolres Lampung Barat.

Kapolres berharap masyarakat dapat tertib dalam berlalu lintas, agar jumlah pelanggaran dan kecelakaan semakin menurun. dan Sasaran Operasi Keselamatan Tahun 2019 diprioritaskan terhadap 8 prioritas Pelanggaran Lalu Lintas, diantaranya, menggunakan handphone saat mengemudi, tidak menggunakan safety belt, menaikan dan menurukan penumpang dijalan tol, melawan arus lalu lintas, mengendarai kendaraan dibawah pengaruh alkohol/miras/narkoba, mengemudikan kendaraan dibawah umur, melebihi batas kecepatan maksimal dan menggunakan bahu jalan bukan peruntukannya. (Koesma)