Thursday, 19 September 2019

Ayo Dinginkan Hati

Selasa, 7 Mei 2019 — 7:16 WIB
SENTILAN-PAK-SUS

“ SUDAHLAH bikin adem dulu badan, hati dan kepala , kalau kemaren pada panas, coba dinginkan dulu. Kulingdown gitu? Nah, begitu kan enak. Sekarang, ayo konsentrasi untuk ibadah puasa. Bapak Ibu, lupakan sejenak pertikaian, saling adu otot dan caci maki. ” Seorang sahabat Bang Jalil memberi nasihat.

Bang Jalil manggut-manggut. Maunya memang begitu. Bersyukurlah ya, karena kebetulan sekali ini bulan puasa, dimana umat harus kosentrasi dengan ibadah, jadi jangan sampai ibadah kita nggak diterima. Cuma cape doang.

“Ibu tetep mendukung jagoan ibu!” kata istri Bang Jalil tiba-tiba.

Bang Jalil hanya melirik sang istri, dia nggak mau berkomentar. Kan ini lagi puasa? Kalau omongan sang istri dibalas, bisa panjang lebar, dan perdebatan bisa berlanjut nggak karuan.

“ Hem, nggak ada kopi nih?” Bang Jalil malah berseloroh.

“ Ada, mau berapa teko?” kata sang istri.

Bang Jalil hanya tersenyum. Walapun ada rasa haus dan lapar, maklum puasa awal memang suka begitu, tapi hati terasa damai. Biasanya, hari-hari sebelumnya, sang istri selalu saja ngomel soal pemilu. “ Curang kok dipelihara?” kata sang istri waktu itu.

“Untung Bapak nggak jadi anggota TPS. Tuh, kayak suaminya temen Ibu, dia meninggal karena kelelahan!”

Bang Jalil menelan ludah.” Ya, nggak usah diomongin Bu, kita yakin dan percaya bahwa hidup, mati rezeki dan jodoh di Tangan Tuhan.”

“Betul,Pak. Tapi, bisa bayangin nggak sih, kok banyak banget yang meninggal sampai 400 lebih dan yang sakit ribuan? TPS kok ber-wabah, sih Pak?” kata sang istri.

Bang Jalil sendiri juga lagi heran. Tapi, ya sudahlah semua serahkan pada Allah SWT.

“Oke, Pak. Uang belanja buat buka. Sembako mulai naik!” sang istri menadahkan tangan. -massoes