Saturday, 17 August 2019

Suami Kerja Banting Tulang Istri “Dibanting” Tetangga

Selasa, 7 Mei 2019 — 6:40 WIB
7-Dia-MEI-19

JANA , 40, keterlaluan. Ada bini tetangga semi nganggur, Ny. Era, 30, dijadikan UGDS (Unit Gawat Darurat Syahwat). Ceweknya mau saja, wong suaminya terlalu sibuk kerja membating tulang, sehingga lupa “banting-bantingan”. Tapi Jana betul-betul sial, begitu kepergok suami Era langsung dibantai.

Suami tugasnya mencari nafkah buat keluarga. Namun demikian jangan lupa juga, kewajiban suami memberi nafkah batin pada istri. Kerja jangan terlalu diforsir, nanti jika kecapekan, resikonya bisa seperti ratusan petugas KPPS yang meninggal jadi pahlawan demokrasi. Jika kewajiban pada istri dilupakan, banyak lho lelaki yang siap jadi “dewa penolong”, tapi model Dewa Betara Surya, dewa perwayangan yang terkenal suka celamitan.

Andre, 45, warga Landasan Ulin Barat, Lianganggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pekerjaan sehari-harinya jadi sopir truk. Bila sedang kirim barang ke luar kota, bisa baru 2 hari kembali ke rumah. Sampai di rumah pun tinggal capeknya. Istrinya yang kelewat muda, jarang disentuh. Jika istri memberi isyarat minta, jawab Andre monoton, “Aku capek Ma, kemarin baru pulang dari Balikpapan.”

Alasan klasik itu selalu diutarakan, sehingga saking kecewanya Era tak pernah lagi minta. Prinsipnya, ngapain sampai minta-minta, wong kalau mau tetangga sini juga banyak yang mau. “Tapi apa saya harus mengkhianati perkawinan”, kata batin Ny. Era, yang kemudian ditimpali setan, “Dalam kondisi darurat haram pun bisa jadi halal.” Maklum, setan kan tak tahu apa Ilmu Fikih dan Usul Fikih.

Adalah Jana, tetangga Era selang beberapa rumah. Sudah lama dia mengamati perilaku perempuan tetangganya ini. Dari lagak lagunya, sepertinya dia sangat kesepian. Parameternya jelas sekali, suami sering keluar kota, dan setibanya di rumah tinggal capeknya. Jana pun mengambil kesimpulan, Ny. Era perlu pertolongan. Suami hanya memikirkan perjuangan hidup demi perut, tapi lupa kebutugan di bawah perut.

Jana ingin sekali menolongnya, memberi solusi jitu. Ee, kebetulan setan yang pernah lobi-lobi kecil pada Ny. Era, mendengar keluh kesah tersebut. Maka dia segera mengendors Jana, untuk tidak menyia-nyiakan peluang emas itu. “Jangan ragu-ragu Bleh, Ny. Era kesepian betul, rasa rindunya sudah mentok gardan,” kata setan saat membisiki Jana.

Gara-gara dapat masukan yang salah, Jana diam-diam memberanikan diri mendekati Era. Ternyata betul, seperti bensin dilempar geretan, langsung bellll….. Ketika tetangganya itu menawarkan paket “rindu suami” sebagai solusi, Ny. Era main ho-oh saja, Sejak itu Era tak lagi kesepian, sebab ada lelaki “otsorching” yang menawarkan sejuta kegairahan
Beberapa malam lalu kembali Era-Jana hendak berkencan ria. Istri Andre selaku pengambil prakarsa memberitahukan bahwa suaminya sedang ke luar kota. Dengan demikian nantinya durasinya bisa lebih lama, apa lagi nggak pakai iklan, pasti seru dan full saru.

Begitulah, Ny. Era begituan malam itu bersama Jana. Tapi rupanya perhitungan Era salah, suami yang diprediki baru 2 hari lagi kembali, eh ternyata pulang lebih cepat. Di luar dia malah sempat mengintip bagaimana “aset nasional”-nya dikangkangi pihak lain sementara Andre tak ada kemampuan untuk mendivetasi saham.

Sudah barang tentu Andre jadi kalap. Dia segera ambil clurit dan kemudian mendobrak pintu. Jana yang masih bugil itu langsung dibacok tanpa ampun, berulang kali seperti daging mau dicincang. Tentu saja pengganggu bini tetangga itu tewas di tempat. Tapi Andre Dahnial memang konsisten, habis membunuh langsung menyerahkan diri ke polisi.

Lapor sendiri lho ya, jadi ini bukan kriminalisasi sopir truk. (Gunarso TS)