Thursday, 18 July 2019

Ini Alasan Polisi Menetapkan Eggi Sudjana Tersangka Kasus Makar

Kamis, 9 Mei 2019 — 21:46 WIB
Eggi Sudjana saat berunjuk rasa di depan gedung Bawaslu di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Eggi Sudjana saat berunjuk rasa di depan gedung Bawaslu di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

JAKARTA – Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penetapan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta mengumpulkan bukti lainnya.

“(Penetapan) tersangka itu sesuai dengan aturan ada bukti permulaan, seperti keterangan saksi, empat keterangan ahli, petunjuk, dan barang bukti yang disampaikan, seperti video dan pemberitaan-pemberitaan di media online,” terang Argo ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/5/2019).

Setelah bukti permulaan tersebut dimiliki, penyidik selanjutnya melakukan gelar perkara. Dari gelar perkara tersebut lah penyidik akhirnya menetapkan Eggi sebagai tersangka terkait pernyataan ‘people power’ dan dugaan makar.

“Kemudian penyidik pqda hari Rabu, penyidik melakukan gelar perkara. Artinya, menentukan berkaitan tentang status saksi. Setelah dilakukan gelar perkara, penyidik memaparkan keterangan saksi dan keterangan ahli dan barang bukti. Gelar perkara tersebut menyimpulkan bahwa untuk saksi atau terlapor Eggi Sudjana (statusnya) dinaikkan menjadi tersangka,” jelasnya.

Atas perbuatannya tersebut, polisi menyangakakan Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Sementara itu, untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, kata Argo, polisi kembali memanggil Eggi untuk hadir dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (13/5/2019) mendatang. Jika dirasa penetapan tersangka ini janggal, Eggi dapat mempertanyakan hal tersebut kepada penyidik nanti.

“Kalau keberatan ada aturan mekanismenya, silakan,” seru Argo.

Sebelumnya, polisi telah memanggil Eggi terkait pernyataan people power pada 3 Mei 2019, pukul 14.00 WIB. Namun pada pemeriksaan tersebut, Eggi tidak dapat memenuhi panggilan polisi untuk memberikan keterangannya.

Pemeriksaan yang kedua kalinya ini dilakukan atas laporan relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri, yang dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Selain oleh Supriyanto, Eggi juga dilaporkan oleh politisi PDIP Dewi Tanjung terkait people power dan tudingan makar. (cw2/b)