Tuesday, 21 May 2019

Manajemen Mudik Harus Lebih Baik

Jumat, 10 Mei 2019 — 7:10 WIB

KESIBUKAN mudik Lebaran 2019, masih tiga minggu lagi. Meski begitu, bukan berarti persiapan menghadapi rutinitas ‘eksodus’ penduduk tidak dipersiapkan sejak dini. Di tengah ganjang-ganjing panasnya suhu politik saat ini, pengelolaan mudik jangan sampai terabaikan.

Masyarakat Kota Jakarta dan daerah lainnya yang rutin melaksanakan hajat tahunan pulang kampung, mulai bersiap-siap. Kementerian Perhubungan memprediksi, tahun ini jumlah pemudik turun 10 persen, dari 19,5 juta menjadi 18,28 juta. Dari jumlah tersebut, mobil pribadi akan mendominasi arus mudik, mencapai 28,9 persen. Sedangkan sepeda motor terendah, diperkirakan 6,3 persen.

Namun Korps Lalu Lintas Polri memprediksi jumlah pemudik tahun 2019 justru meningkat sekitar 20 persen hingga 30 persen. Perkiraan ini didasari atas beroperasinya Tol Trans-Jawa yang membuat orang lebih antusias mudik ke kampung halaman, menjajal jalan bebas hambatan tersebut.

Prediksi dua stakeholder tersebut boleh saja berbeda, namun yang terpenting manajemen mudik harus berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Momok menakutkan yang kerap terjadi saat arus mudik terutama jalur darat, yaitu kecelakaan lalu lintas dan kemacetan. Masih melekat dalam ingatan publik, ‘horor macet’ di Tol Brexit pada 2016 telah merenggut 17 nyawa pemudik. Ini menjadi catatan pengelolaan mudik terburuk sepanjang sejarah.

Harus diakui, kualitas pelayanan mudik dalam dua tahun ini lebih terkelola. Sebagai catatan, mudik Lebaran 2018 lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tercatat, hingga H+4 Hari Raya Idul Fitri 2018, angka kecelakaan menurun sekitar 60 persen, dari 2.237 kasus menjadi 1.559 kejadian. Korban meninggal dunia juga jauh berkurang, dari 865 korban jiwa menjadi 346 orang.

Dengan beroperasinya Tol Trans-Jawa, rute baru mudik, diharapkan kemacetan bisa diminimalisir, paling tidak antrean kendaraan tidak mengular. Karenanya persiapan pengamanan harus maksimal. Baik kesiapan infrastruktur, uji laiknya kendaraan dengan melakukan ramp check (pemeriksaan rutin) serta kesiapan lainnya guna meminimalisir kejadian yang tak diinginkan, terutama kecelakaan. Karena belum semua pengendara pernah melalui jalur baru ini.

Manajemen mudik Lebaran tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan persiapan matang seluruh stakeholder, tak ada lagi ‘mudik neraka’ yang dirasakan warga. **