Tuesday, 21 May 2019

ASN, Prestise dan Prestasi

Sabtu, 11 Mei 2019 — 6:20 WIB

PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) sejak dulu dikenal memiliki prestise tersendiri, setidaknya bagi masyarakat yang cukup kuat ikatan sosialnya dan sistem kekerabatannya. Sebut saja kawasan pedesaan, dan atau kota kecil.

Mengingat untuk menjadi PNS harus dari mereka – kalangan yang berpendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, kian tinggi pula prestise dalam lingkungan masyarakat sekitar, apalagi jika sudah menduduki jabatan tertentu. Sementara di pedesaan, mereka yang memiliki pendidikan tinggi, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Itu dulu.

Pada era kini, seiring kemajuan ilmu dan teknologi dan pesatnya pembangunan bidang ekonomi yang menawarkan sejumlah peluang usaha swasta dengan gaji yang lebih menjanjikan, animo menjadi PNS khususnya bagi kalangan generasi muda di perkotaan, bukan menjadi priotitas yang utama.

Karir dengan gaji besar dan fasilitas lebih memadai membuat kaum muda berpaling ke perusahaan yang swasta seperti perbankan, swasta multinasional dan perusahaan / lembaga asing.

Meski begitu fakta memperlihatkan PNS tetap masih tetap sebuah prestise, meski tingkat penghasilan kalah dengan swasta.

PNS kita sebut memiliki prestise tersendiri karena sejatinya sebagai abdi negara, abdi masyarakat. PNS juga aparatur negara di segala bidang. Di dalamnya ada nilai kejuangan karena didasari pengabdian kepada bangsa dan negara. Negara dan aparatnya merupakan suatu kesatuan.

Meski begitu, tingkat kesejahteraan tidak bisa diabaikan. Banyak teori mengatakan makin tinggi tingkat kesejahteraan yang diberikan kepada karyawannya, maka akan meningkatkan dedikasi dan loyalitas dan pengabdian. Semakin terpenuhi segala fasilitas yang diberikan, maka menutup peluang berbuat curang seperti pungli dan korupsi dengan segala modusnya.

Tapi tidak selamanya teori itu benar, ada kalanya terjadi penyimpangan. Buktinya tak sedikit mereka yang sudah bergaji besar lengkap dengan segala fasilitasnya seperti pejabat, tersangkut hukum karena kasus suap dan korupsi.

Ini yang hendak kami sampaikan kenaikan gaji, pemberian gaji ke -13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pegawai negeri yang sekarang disebut Aparatur Sipil Negara (ASN), sebuah prestise tersendiri. Sebuah penghargaan dan kehormatan yang diberikan oleh pemerintah dengan mengalokasikan dana sekitar Rp20 triliun untuk keperluan itu.

Hendaknya dukungan prestise tersebut dijawab oleh ASN dengan meningkatkan prestasi sebagai abdi negara, pelayan masyarakat. (*).