Tuesday, 21 May 2019

Cari Ilmu Boleh Sampai ke Cina Cari Investor Haruslah Hati-Hati

Sabtu, 11 Mei 2019 — 7:30 WIB
SENTIL-CINA

DI awal pemerintahannya, Presiden Jokowi sudah melawat ke Cina, mengundang investor Negeri Tirai Bambu ke Indonesia. Investor Cina pun masuk sekalian bawa buruhnya. Dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, mengingatkan kepada BUMN, ketika bekerjasama dengan Cina, karena sering pembayarannya tidak benar.Tapi peringatan Permadi SH, lebih serem lagi.

Pernah menjadi isyu santer, 10 juta buruh Cina masuk Indonesia. Publik pun protes, bagaimana mungkin, di kala rakyatnya masih banyak nganggur, kenapa buruh Cina dibiarkan masuk? Tapi Menko Maritim Luhut Panjaitan membantah kabar itu. Ada memang buruh Cina masuk tapi sekedar untuk alih tehnologi. Pejabat Kementrian Tenaga Kerja menjelaskan, buruh Cina itu hanya sekitar 21.000 saja.

Beberapa bulan setelah menjabat, Presiden Jokowi menyempatkan diri ke Cina. Hasilnya, kata Sofyan Djalil Menko Perekonomian saat itu, investasi yang masuk besarnya mencapai US$ 68,44 miliar. Dan hingga tahun 2018 investasi Cina di sini tumbuh 27 persen.

Negeri Tirai Bambu ini memang hebat, sebagai macan Asia telah berhasil menyaingi Jepang. Cina memiliki ekonomi paling besar dan paling kompleks di dunia. Sejak diperkenalkannya reformasi ekonomi tahun 1978, Tiongkok menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

Di Indonesia yang paling heboh ketika membangun KA Cepat Jakarta-Bandung. Karena lelet pengerjaannya, politisi Demokrat Roy M. Suryo sampai meledeknya, “Kecebong itu kepanjangan kereta api cepat bohong-bohongan.”

Tapi kemarin Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengingatkan pemerintah, agar BUMN kita berhati-hati kerjasama proyek dengan Cina. Alasannya, sistem pembayarannya sering tidak benar. Maka bila mencari ilmu sampai ke negeri Cina, cari investor harus hati-hati.

Paling serem peringatan paranormal Permadi SH, yang kini sedang viral di Youtube. Masalahnya bukan pemerintahan Jokowi dan Megawati, tapi di belakangnya. Jika UUD 1945 tak dikembalikan ke aslinya, dikhawatirkan nanti presiden RI dari Cina, dan kita terjajah oleh Cina, sebagaimana bangsa Aborigin di Australia. – gunarso ts