Monday, 27 May 2019

Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Makar

Eggi Sudjana Pastikan Hadir Penuhi Panggilan Polisi Senin Lusa

Sabtu, 11 Mei 2019 — 12:30 WIB
Eggi Sudjana. (timyadi)

Eggi Sudjana. (timyadi)

JAKARTA – Polisi akan memeriksa politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana, terkait kasus dugaan makar dan pernyataan ‘people power’, Senin (13/5/2019). Eggi akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kuasa hukum Eggi, Pitra Romadoni, mengaku bahwa kliennya itu akan memenuhi panggilan dari Penyidik Unit V Subdit Keamanan Negara (Subditkamneg) Polda Metro Jaya tersebut.

“Eggi Sudjana seorang ksatria, dia nggak pernah takut terhadap hal tersebut. Kalau sudah memang prosedur hukum, kami menghormati hukum. Yang tentunya (Eggi) akan datang ke Polda Metro Jaya,” ujar Pitra ketika dikonfirmasi, Sabtu (11/5/2019).

(BacaJadi Tersangka Makar, Eggi Sudjana Gugat Polda Metro Jaya)

Dalam pemeriksaan pertamanya sebagai tersangka ini, Eggi diminta untuk membawa barang bukti yang sekiranya dapat meringankan dirinya. Namun Pitra mengatakan bahwa seluruh bukti yang dapat meringankan telah diserahkan sejak pemeriksaan Eggi sebagai saksi terlapor.

“Kemarin (saat pemeriksaan sebagai saksi terlapor) sudah dibawa bukti-bukti, antara lain buku tentang ‘people power’ Jokowi, bukti screenshoot, video dan lain-lain. Kan sudah dikasih semua,” jelasnya.

(BacaJadi Tersangka Dugaan Makar, Eggi Sudjana: Kalau Betul, Mestinya Langsung Ditangkap)

Oleh karena itu, dalam pemeriksaan yang diagendakan pada Senin esok itu, Eggi tidak akan membawa bukti apapun untuk diserahkan kepada penyidik.

Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan makar dan pernyataan ‘people power’ oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimun) Polda Metro Jaya, Selasa (7/5/2019). Argo mengatakan penetapan tersebut sudah sesuai dengan bukti permulaan yang ada.

(Baca: Ini Alasan Polisi Menetapkan Eggi Sudjana Tersangka Kasus Makar)

“(Penetapan) tersangka itu sesuai dengan aturan ada bukti permulaan, seperti keterangan saksi, empat keterangan ahli, petunjuk, dan barang bukti yang disampaikan, seperti video dan pemberitaan-pemberitaan di media online,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019). (cw2/ys)