Wednesday, 21 August 2019

Kades-Janda Sedang Syurr Digrebek Menjelang Sahur

Senin, 13 Mei 2019 — 7:07 WIB
selingkuh

KADES Nasir, 50, memang keterlaluan. bulan puasa mestinya perbanyak pahala, dia malah sibuk urusan paha. Beberapa malam lalu dia menjelang sahur digerebek warganya, karena tidur bersama janda Halimah, 40. Memang tidak dalam posisi berbuat, tapi bisa saja sudah terjadi, karena Pak Kades tidurnya  pulessss sekali.

Di bulan Ramadan seperti sekarang ini, Pak Kades biasanya sibuk urusan tarling (tarawih keliling), dari mesjid ke mesjid di wilayahnya. Kadang ada pula sambil memberikan kenang-kenangan berupa karpet, atau kipas angin untuk mesjid. Itu memang yang afdol. Tapi ternyata ada juga Kades ……dodol, di bulan puasa malah sibuk ngeloni janda warganya. Jika Asmuni Srimulat masih hidup, pasti dibilang, “Ini Kades cap apa?”

Kades celamitan ini namanya Nasir, orang nomer satu di  salah satu desa di  Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, Jambi. Sebagai Kades memang harus akrab dengan warganya, sehingga tahu apa yang dibutuhkan rakyatnya. Karenanya ketika Nasir suka blusukan ke gang-gang kampung, warga sangat memujinya. “Ini Kades tipikal Jokowi.” Puji warga.

Tapi ternyata, habis blusukan, Pak Kades diam-diam “mblusuk” ke rumah janda Halimah, yang cantik nan bahenol. Di situ tak sekedar main, tapi malah nginep segala. Ini mengingatkan pada lagunya Benyamis S, tahun 1970-an. “Halimah sijanda denok, pipinya montok pinggangnya ramping, sayang sedikit jidatnya dekok, tapi saya tak ambil pusing…..”

Kalau sudah urusan Halimah, Kades Nasir memang jadi tak ambil pusing atas rerasanan warga. Hampir tiap malam dia nyatroni si janda. Dia masuk pukul 21.00 baru pulang nanti menjelang sahur. Warga pun bertanya-tanya, apa yang dilakukan Pak Kades di sana? Sebagai lelaki normal, ketemu perempuan normal, ke mana lagi targetnya jika tidak membangun koalisi kenikmatan?

Warga pun bersepakat menggerebek Pak Kades. Beberapa hari lalu, setelah Pak Kades masuk pukul 21.00, warga mulai bersiap-siap menuju TKP (Tempat Kegiatan Permesuman). Ada yang  usul, begitu ketangkap langsung dicambuk seperti di Aceh. Tapi yang lain  berpendapat,  setelah tertangkap serahkan saja ke polisi.

Akhirnya, penggerebekan benar-benar dilakukan menjelang pukul 02.00 dinihari. Saat diintip, Kades Nasir – Halimah tidur seranjang. Tidurnya ngorok kenceng sekali, agaknya habis “diservis” besar oleh Halimah, tune up langsung sporing balansing dan amplas platina.
“Maaf Pak Kades, di rumah Bu Kades sudah menunggu.” Begitu kata warga setelah dibukakan pintu oleh Halimah, dan Pak Kades pun dibangunkan.

Mereka memang tidak dalam posisi berbuat. Tapi tidur sekamar dengan janda, itu perbuatan tercela dan dilarang agama. Ngapain sampai tidur di rumah janda segala, memangnya di rumah tak ada ranjang, apa?

Pak Kades dan Halimah lalu dibawa ke Balai Desa. Baru kali ini terjadi, sidang di balai desa untuk menyidangkan Kepala Desa sendiri. Kades Nasir disidang oleh tetua desa, dengan keputusan hukum adat setempat. Paling ngeri, Nasir bisa kehilangan jabatan.

Itulah akibatnya jika nikmat iman tergerus oleh nikmat seks. (Gunarso TS)