Monday, 19 August 2019

Edukasi Mencegah Kebakaran

Selasa, 14 Mei 2019 — 6:45 WIB

KEBAKARAN besar melanda permukiman padat di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Sabtu (11/5/2019) telah meluluhlantakkan sekitar 450 hunian warga. Tak kurang dari 3.500 warga kehilangan tempat tinggal. Belum lama, kebakaran juga memusnahkan ratusan rumah penduduk di kawasan Krukut, Kel. Tamansari, Jakbar, hingga membuat 2.000 warga mengungsi.

Si jago merah kini menjadi ancaman serius di Ibukota. Terlebih belakangan ini cuaca panas yang cukup ekstrem, hingga bisa memicu terjadinya kebakaran. Titik panas (hotspot) memang tidak secara langsung mengakibatkan munculnya si jago merah di permukiman, kecuali kawasan hutan. Namun bukan berarti tidak menjadi pemicu kebakaran. Karena bisa membuat kabel listrik meleleh hingga menimbulkan korsleting.

Musibah ini bukan hanya menjadi beban berat yang harus ditanggung korban, melainkan juga menjadi masalah yang harus diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta. Selain membantu meringankan beban warga, juga meminimalisir terjadinya kebakaran dengan cara rutin sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, antara Januari hingga Maret 2019 terjadi 121 kebakaran di lima wilayah Jakarta. Sedangkan data jakartafire.net, sejak Januari hingga 9 Mei 2019 terjadi 562 kasus kebakaran di lima wilayah DKI Jakarta dan 604 kali rescue dengan taksiran kerugian Rp116,739 miliar lebih.

Kebakaran didominasi akibat korsleting listrik serta ledakan tabung gas rumah tangga yang digunakan memasak. Tak hanya permukiman, pusat perekonomian terutama pasar tradisional juga rawan terbakar. Tingginya angka kebakaran di Jakarta, menjadi ancaman serius. Terlebih sering berulang terjadi titik lokasi satu wilayah RT/RW, kemudian terjadi lagi.

Di musim kemarau ini warga hendaknya meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di lingkungan padat penduduk. Sebab, selama musim panas ini alat pendingin seperti kipas angin dan AC, lebih sering digunakan warga. Beragam penyebab korsleting di antaranya penggunaan barang elektronik tanpa mengontrol kondisi barang tersebut. Selain juga waspada terhadap penggunaan kompor gas.

Edukasi serta sosialisasi terhadap warga perlu ditingkatkan mengingat kebakaran menjadi ancaman serius. Warga perlu mendapat edukasi tentang cara aman menggunakan barang elektronik, bahaya pemasangan banyak kabel pada satu outlet listrik, perlu mengecek rutin keamanan kompor gas, dan edukasi lainnya. Karena tanpa pemahaman tersebut, warga bisa jadi abai terhadap bahaya kebakaran yang selalu mengintai. **