Saturday, 17 August 2019

Karangtumaritis Penghasil Buah Mangga Terbesar Butuh Bantuan Mesin Pengolahan

Selasa, 14 Mei 2019 — 15:20 WIB
Pohon mangga yang berbuah.(taryani)

Pohon mangga yang berbuah.(taryani)

INDRAMAYU –  Desa  Karangtumaritis, Kecamatan Haurgeulis  merupakan salah satu desa penghasil buah mangga yang cukup besar di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Setiap tahun jumlah produksi buah mangga dari desa ini mencapai 40 ton hingga 50 ton. Namun sayangnya produksi  buah mangga yang cukup besar itu belum didukung adanya fasilitas mesin pengolahan buah mangga.

Karenanya,  masyarakat  juga Pemerintah Desa (Pemdes) Karangtumaritis saat ini tengah  mengharapkan adanya bantuan fasilitas mesin pengolahan buah mangga.

Kepala Desa (Kades) Karangtumaritis,  Sudira Husada dijumpai Pos Kota, Selasa (14/5/2019) mengemukakan, sudah selayaknya Desa Karangtumaritis sebagai salah satu desa panghasil buah mangga  cukup besar di Kabupaten Indramayu ini memiliki fasilitas mesin pengolahan buah Mangga.

Contohnya  seperti;  mesin pembuat sirup mangga, mesin pembuat dodol, manisan  dan sebagainya.

Desa Karangtumaritis bertetangga dengan Desa Wanakaya dan Desa Kertanegara. Ketiganya merupakan desa penghasil buah mangga.  Desa ini layak mempunyai fasilitas mesin pengolahan buah mangga.

Digital Camera

Kepala Desa (Kades) Karangtumaritis,  Sudira Husada.(taryani)

Masalahnya kata Kades Sudira Husada, setiap musim panen, berton-ton  buah mangga di Desa Karangtumaritis juga Desa Wanakaya dan Desa Kertanegara  terbuang percuma. Ini disebabkan  karena melimpahnya stok buah mangga, sehingga  sebagian buah mangga itu  membusuk, rusak   dan lain sebagainya. Semestinya buah mangga itu tidak boleh membusuk, jika sudah ada fasilitas mesin pengolahan buah mangga.

Akibatnya ada buah mangga yang dihargai  murah hanya Rp1.500 per Kg sehingga oleh pemiliknya buah mangga  yang sudah masak itu tidak dipanen dibiarkan jatuh kemudian membusuk di tanah. Jika sudah ada mesin pengolahan,  buah mangga yang stoknya melimpah itu bisa langsung diproduksi menjadi mangga olahan.

Mesin pengolahan buah mangga  ini ujar Kades Karangtumaritis, Sudira Husada, efek positifnya  selain mampu menyerap tenaga kerja,  sekaligus mengatasi pangangguran,  juga buah mangga  yang berlimpah itu mempunyai nilai tambah menjadi produk unggulan bagi masyarakat Desa Karangtumaritis.

“Banyak pemilik tanaman buah mangga dan juga tengkulak buah mangga saat panen  mengalami kerugian,   karena stok berlimpah sehingga mangganya membusuk, rusak dan sebagainya,” katanya.

Untuk itu, Pemdes Karangtumaritis berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu agar memberikan bantuan fasilitas mesin pengolahan buah mangga,  sekaligus memberikan Bimbingan Teknis mengenai tata cara mengolah buah mangga agar  menjadi produk industry yang bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Desa Karangtumaritis merupakan salah desa di Kecamatan Haurgeulis yang cukup padat penduduknya. Saat ini jumlah penduduk desa itu mencapai  9.295 jiwa. Mata pencaharian masyarakat sebagian petani padi, petani buah mangga, pedagang dan pertukangan.  (taryani/tri)