Wednesday, 21 August 2019

Sempat Langka

Pertamina Pastikan Stok Gas 3 Kg di Purwakarta Aman

Selasa, 14 Mei 2019 — 20:29 WIB
Dokumentasi

Dokumentasi

PURWAKARTA – Setelah warga  sempat kelimpungan akibat kelangkaan gas 3 kg, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III memastikan stok Elpiji 3 kg (melon) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, aman sepanjang Ramadan.

Pertamina telah menambah alokasi gas bersubsidi tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu di sepanjang bulan puasa.

“Alokasi gas bersubsidi di Purwakarta mencapai 26.000 tabung perhari. Khusus di bulan suci Ramadan tahun ini ada penambahan 11% atau 3000 tabung perhari,”jelas Sales Branch Manager PT.Pertamina Fandy Ivan Nugroho di Purwakarta, Selasa (14/05/2019).

Tambahan alokasi itu disebar merata ke setiap pangkalan gas sepanjang Ramadan  Hal ini dilakukan dalam mengantisipasi adanya kelangkaan, menyusul kebutuhan memasak pada saat bulan puasa cukup tinggi.

Selain itu, Pertamina mnggandeng Hiswana Migas bersama Pemkab Purwakarta melalui Tim Kordinasi mengelar bazar Elpiji setiap hari di setiap kecamatan. Dalam bazar tersebut ada sedikitnya 150 tabung Elpiji 3 Kg yang dijual langsung ke masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Purwakarta Karawang Ary Syafrudin meminta agar masyarakat yang memiliki penghasilan di atas Rp 2 juta/bulan bersadar diri untuk tidak menggunakan gas bersubsidi, termasuk pegawai negeri. Pasalnya, Elpiji 3 Kg hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin.

“Dengan begitu pasokan Elpiji 3 Kilogram dipastikan akan cukup, dan tidak akan ada kasus kelangkaan,” ujar Ary.

Ary menyarankan masyarakat melaporkan ke desa dan kelurahan jika di tempat tinggalnya terjadi kelangkaan gas bersubsidi. Termasuk jika ada elpiji 3 kg yang dijual dengan harga mahal, seperti di atas Rp20.000/tabung. Sementara idealnya sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) Elpiji 3 Kg dijual Rp16500/tabung.

“Nanti laporan itu akan ditembuskan ke kami dan akan segera ditindak lanjuti. Tidak bisa dipungkiri di lapangan masih banyak oknum masyarakat yang memamfaatkan bisnis gas bersubsidi tersebut, hingga akhirnya mereka jual dengan harga cukup tinggi.  Oknum yang menjual lebih dari ketentuan akan ditindak tegas,” ujar Ary. (dadan/win)