Monday, 19 August 2019

Seorang Insinyur Software Sri Lanka Diduga Kunci Serangan Minggu Paskah

Selasa, 14 Mei 2019 — 15:10 WIB
Bom gereja di Srilanka.(reuters)

Bom gereja di Srilanka.(reuters)

SRI LANKA – Seorang insinyur software kelahiran Sri Lanka diduga terlibat dalam aksi bom paskah yang menewaskan lebih dari 250 orang.  Badan intelijen India mengatakan bahwa mereka sudah tiga tahun mengawasi pria bernama Aadhil Ameez tersebut.

Dilansir Reuters, Selasa (14/5/2019), empat sumber di lembaga investigasi Sri Lanka mengatakan bahwa mereka percaya lelaki 24 tahun tersebut, adalah penghubung antara dua kelompok yang melakukan serangan terhadap gereja dan hotel bulan lalu.

Aadhil telah ditangkap dan ditahan oleh polisi. Namun, penangkapannya belum diumumkan, tetapi ketika ditanya oleh Reuters, Ruwan Gunasekera, juru bicara utama kepolisian Sri Lanka, membenarkan Aadhil ditahan pada 25 April, empat hari setelah serangan.

Tetapi Juru bicara itu menolak memberikan rincian lebih lanjut.

Aadhil, menggambarkan dirinya di profil LinkedIn-nya sebagai insinyur / programmer / desainer web senior dengan gelar master dalam ilmu komputer dan sarjana dalam ilmu politik dari universitas-universitas Inggris.

Ayah Aadhil, M. Ameez, yang tinggal di Aluthgama, sebuah kota di selatan Kolombo, membantah bahwa putranya terlibat dengan komplotan dan mengatakan “tuduhan itu bohong”. (mb)