Monday, 20 May 2019

Eggi Sudjana Ditangkap Amien Rais Ganti Istilah People Power dengan Ini…

Rabu, 15 Mei 2019 — 0:10 WIB
Amien Rais saat di kediamannya di Gandaria, Jakarta, Jumat (2/6/2017). (toga)

Amien Rais saat di kediamannya di Gandaria, Jakarta, Jumat (2/6/2017). (toga)

JAKARTA– Setelah Eggi Sudjana ditangkap karena mengusulkan people power sehingga dituduh makar, membuat Amien Rais harus mengganti istilah tersebut. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional tersebut mengatakan dia tidak menggunakan istilah itu lagi dan menggantinya jadi ‘gerakan kedaulatan rakyat.

Bahkan kata Amien dia akan meminta pendukung Prabowo-Sandi tidak lagi menyebut istilah people power. “Eggi Sudjana ditangkap polisi karena bicara people power. Kita tidak gunakan people power, tapi gerakan kedaulatan rakyat,” ujar Amien dalam acara ‘Mengungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019’, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Oleh karena itu kata mantan Ketua MPR tersebut jika ada yang menghalangi menggunakan tagline “Gerakan Kedaulatan Rakyat” maka pendukung Prabowo-Sandi akan berhadapan dengan kedaulatan rakyat.”Siapa yang berhadapan dengan gerakan kedaulatan rakyat kita gilas bersama,” kata Amien.

Dalam acara tersebut, Prabowo juga menegaskan berharap tak ada yang menakuti-nakuti pihaknya dengan tuduhan makar. Ia menegaskan pihaknya tak takut dengan segala tuduhan itu. “Saya katakan tidak usah nakut-nakutin kita dengan makar-makar. Orang-orang ini tokoh bangsa ini, bukan makar. Jenderal-jenderal itu mempertaruhkan nyawa sejak muda,” kata Prabowo.

Seperti diketahui istilah people power kembali mengemuka ketika Amien Rais mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) memprotes hasil Pemilu 2019 yang menurut Amien curang dan tidak jujur.

Akibatnya beberapa orang dilaporkan ke polisi karena istilah itu dinilai bermaksud makar.
Beberapa diantaranya yakni Kivlan Zen, Eggi Sudjana, Permadi, dan Lieus Sungkharisma.

Bahkan terakhir Amien Rais sendiri bersama Habib Rizieq dan Bahctiar Nasir juga sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Selasa malam.(b)