Monday, 20 May 2019

Eko Turun di SEA Games 2019, Demi Poin Olimpiade 2020

Rabu, 15 Mei 2019 — 17:31 WIB
Eko Yuli Irawan. (reuters)

Eko Yuli Irawan. (reuters)

JAKARTA – Eko Yuli Irawan memastikan bahwa dirinya akan tetap turun di ajang SEA Games 2019. Lifter andalan Indonesia tersebut mengaku hasil di SEA Games akan sangat penting baginya setelah ajang multievent se-Asia Tenggara itu menjadi bagian dari babak kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo, 2020 mendatang.

Dalam laman resmi Federasi Angkat Besi International (IWF), SEA Games 2019 masuk dalam rangkaian event kualifikasi dengan level perak. Dengan kata lain, atlet yang mampu meraih medali minimal perak, akan mendapatkan poin yang cukup besar untuk menjaga asa mereka lolos ke Olimpiade Tokyo, Jepang, tahun depan. Oleh alasan itulah Eko memastikan untuk tetap turun di SEA Games yang akan digelar di Manila, Filipina, tahun ini.

“Iya, karena SEA Games tahun ini masuk dalam rangkain kualifikasi untuk Olimpiade. Dan itu penting untuk saya dan atlet-atlet lainnya yang juga dipersiapkan ke Olimpiade tahun depan. Tapi tentu keputusan ada Pengurus (PB PABBSI red) soal siapa-siapa saja yang nanti akan turun di SEA Games 2019,” kata lifter berusia 29 tersebut saat dijumpai para awak media di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), belum lama ini.

Eko dan beberapa lifter senior sejatinya sempat untuk tidak terlibat di ajang multievent level Asia Tenggara tersebut, seperti yang pernah diungkapkan Menpora, Imam Nahrawi beberapa waktu lalu. Imam mengatakan bahwa SEA Games diharapkan sebagai ajang untuk menempa pengalaman para atlet muda.

“Iya itu benar bahwa SEA Games untuk tim pelapis, bukan untuk kita yang sudah juara dunia. Tapi SEA Games 2019 itu sebagian untuk kualifikasi Olimpiade. Makanya kita tetap ikut,” ungkapnya.

Di samping status SEA Games 2019 sebagai kualifikasi Olimpiade, Eko Yuli turut mengatakan jika tim pelapis PB PABSI sendiri masih belum bertaji untuk mengemban tugas meraih medali emas SEA Games. Karena itu, Eko berharap jika pelatnas jangka panjang untuk membina lifter-lifter muda terus digalakan. Tujuannya, para penerus atlet senior sudah matang dan siap menjadi tumpuan Indonesia di SEA Games dua tahun mendatang.

Di sisi lain, SEA Games 2019 akan berlangsung pada 30 November hingga 10 Desember 2019 mendatang. “Kita harap dari sekarang yang junior ini di pelatnaskan sampai Asian games 2022. Jadi tiga tahun ke depan bisa terbentuk. Sekarang perbedaannya jauh. Lifter utama (bisa raih) emas, pelapisnya ini masih perak atau perunggu,” tuntas peraih medali perak kelas 62 kilogram putra pada Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016 lalu. (junius/ys)