Friday, 19 July 2019

Pasca Penembakan di Selandia Baru

Facebook Inc Keluarkan Kebijakan Baru Bagi Pengguna Fitur Siaran Langsung

Rabu, 15 Mei 2019 — 14:35 WIB
Facebook. (ist)

Facebook. (ist)

SELANDIA BARU – Pasca rekaman aksi teror di Christchurch yang ditayangkan media sosial, Facebook Inc memutuskan untuk memperketat peraturan seputar fitur siaran langsung yang dimiliki mereka.

Seperti diketahui, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan membabi buta di dua buah masjid di Christchurch dan  menewaskan 51 orang pada 15 Maret. Saat itu, pelaku menyiarkan aksi kejinya secara langsung  di Facebook.

Dilansir Reuters, Rabu (15/5/2019), Facebook mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya memperkenalkan kebijakan “satu serangan” untuk pengguna fitu Facebook Live. Bagi mereka yang melanggar, akan dilarang menggunakan fitur tersebut untuk jangka waktu tertentu.

Facebook pun memperkenalkan kebijakan ‘one-strike‘ bagi penggunaan Facebook Live. Namun, Facebook belum menentukan pelanggaran mana yang memenuhi syarat untuk kebijakan ‘one strike‘ atau berapa lama penangguhan akan berlangsung. Namun, seorang juru bicara mengatakan tidak mungkin bagi penembak menggunakan fitur siaran langsung di akunnya berdasarkan aturan baru tersebut.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengapresiasi langkah Facebook untuk ikut memberantas terorisme.

“Keputusan Facebook untuk membatasi streaming langsung adalah langkah pertama yang baik untuk membatasi aplikasi yang digunakan sebagai alat untuk teroris, dan menunjukkan bahwa ‘Panggilan Christchurch’ sedang berjalan,” katanya dalam email. (mb)