Saturday, 17 August 2019

Jaga Kenyamanan Bulan Ramadan, Warga Jakut Tolak People Power

Rabu, 15 Mei 2019 — 17:00 WIB
Ustad Hamid, pengurus Mushola Al Ikhlas, Rawa Badak Selatan, Koja. (yahya)

Ustad Hamid, pengurus Mushola Al Ikhlas, Rawa Badak Selatan, Koja. (yahya)

JAKARTA – Bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia. Segala perilaku dan ucapan pun harus dijaga dari segala hawa nafsu, termasuk seruan bernada provokasi yang saat ini sedang jadi perbincangan terkait gerakan people power. Sejumlah warga di Jakarta Utara berkeras menolak gerakan tersebut.

“Kami pengurus mushola di wilayah Koja sepakat menolak gerakan people power. Kami berkomitmen untuk mengedepankan perdamaian dan menjunjung tinggi nilai nilai persatuan,” ujar Ustad Hamid, pengurus Mushola Al Ikhlas, Rawa Badak Selatan, Koja.

(BacaTolak People Power, Pimpinan Ponpes Ini Ajak Santri dan Masyarakt Doakan Anggota KPPS)

“Kami meyakini masyarakat Koja tidak akan terprovokasi. Jangan lagi kita saling curiga dalam menyikapi hasil pemilu,” katanya lagi.

Sementara sekumpulan warga yang mengatasnamakan ‘Warga Koplak Cilincing’ juga menyampaikan pendapat serupa. Karyo, salah satu warga Koplak menuturkan dirinya tegas menolak gerakan people power atau istilah lain dan siap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan serta kerukunan antar umat beragama.

(Baca: Eggi Sudjana Ditangkap Amien Rais Ganti Istilah People Power dengan Ini…)

“Apresiasi kepada TNI Polri dalam menjaga dan mengamankan Pemilu 2019 yang berjalan tertib, aman dan kondusif,” tandasnya. (yahya/ys)