Tuesday, 16 July 2019

NU Kabupaten Bogor Tolak People Power

Rabu, 15 Mei 2019 — 1:20 WIB
KH Romdhon , Ketua PCNU Kabupaten Bogor.

KH Romdhon , Ketua PCNU Kabupaten Bogor.

BOGOR – Ketua PCNU (Pengurus Cabang Nahdathul Ulama) Kabupaten Bogor KH Romdhon menolak aksi people power (politik pengerahan massa) yang digagas Egy Sudjana dan Kivlan Zen. Bagi ulama berpengaruh di NU ini, ajakan aksi people power meresahkan masyarakat.

Baginya, seruan ajakan aksi tersebut muncul dan tersebar di media sosial menjelang pengumuman hasil rekapitulasi suara di KPU RI tanggal 22 Mei 2019, tidak perlu di ikuti.

Sebagai pemuka agama dibawa organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, KH Romdhon mengatakan, di Kabupaten Bogor, adanya keresahan di umat dengan ajakan tersebut.

“Sebagai Ketua PCNU Kabupaten Bogor, saya menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor, agar tidak turut serta dalam aksi People Power ini.

Saya selaku ketua PCNU Kabupaten Bogor mengajak masyarakat di bumi Tegar Beriman, untuk bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada KPU dan Bawaslu yang telah menyelenggarakan tahapan pemilu dengan jujur, adil dan sukses,” kata KH Romdhon Selasa (14/5/2019).

Sebagai pemuka agama, dirinya meminta, agar semua menunggu hasil pengumuman resmi KPU tanggal 22 Mei 2019. “Saya juga mengajak kepada masyarakat Kabupaten Bogor untuk senantiasa menjaga situasi dan kondisi keamanan serta ketertiban masyarakat yang kondusif;” ujarnya.

Bagi KH Romdhon, jika ada hal hal yang dianggap ada kecurangan-kecurangan, maka silahkan tempuh prosedur hukum yang berlaku di negara ini.

“Kalau ada ajakan ajakan yang memprovokasi, saya menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga diri, menahan diri, menahan emosi. Termasuk juga ajakan people power untuk senantiasa kita bisa menghindarinya. Jangan sampai negara yang sudah kita bangun ini menjadi porak poranda tidak berarti karena kita tidak mampu menahan emosi,” ujar KH Romdhon.

Pasca pemilu legislatif dan pemilu presiden, selayaknya masyarakat kembali bersatu.  Menjaga situasi keamanan serta kedamaian di Kabupaten Bogor pasca Pemilu 2019, menjadi mutlak.

“Pilihan politik sudah. Sekarang serahkan ke KPU. Kalau Pileg dan Pilpres bisa damai, maka pengumuman hasilnya juga akan damai,”paparnya. (yopi/win)