Tuesday, 16 July 2019

Tolak Hasil Pilpres, Waketum Gerindra Ajak Pendukung Prabowo Tak Bayar Pajak

Rabu, 15 Mei 2019 — 19:57 WIB
Arief Poyuono. (facebook)

Arief Poyuono. (facebook)

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mengajak masyarakat pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno tidak mengakui hasil Pilpres 2019. Termasuk tidak mengakui pemerintahan periode 2019-2024.

“Masyarakat yang telah memberikan pilihan pada Prabowo-Sandi tidak perlu lagi mengakui hasil Pilpres 2019 dengan kata lain jika terus dipaksakan hasil pilpres 2019 untuk membentuk pemerintahan baru, maka masyarakat tidak perlu lagi mengakui pemerintahan yang dihasilkan Pilpres 2019,” kata Arief melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/5/2019).

Arief menyebut ada beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat sebagai bukti tidak mengakui pemerintah hasil Pilpres 2019. Salah satunya dengan menolak membayar pajak.

“Tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019,” ujar Arief.

Ia juga mengajak pendukung Prabowo-Sandi melakukan gerakan diam seribu bahasa dan tidak perlu melakukan kritik-kritik apapun terhadap pemerintah. Bahkan, ia menyarankan caleg dari Partai Gerindra dan parpol koalisi tidak ikut masuk ke parlemen periode 5 tahun mendatang.

Hal itu menurutnya seperti yang pernah diajarkan oleh Megawati Soekarnoputri ketika melawan rezim Soeharto.

“Dengan kita menolak bayar pajak dan tidak mengakui pemerintahan yang dihasilkan oleh Pilpres 2019, dan anggota DPR dari Gerindra serta parpol koalisi tidak perlu ikut membentuk DPR RI 2019-2024, adalah jalan untuk tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019,” imbuh Arief. (*/ys)