Tuesday, 21 May 2019

Banten Rekrut 200 Anak Korban Tsunami Bekerja di Sejumlah Perusahaan

Kamis, 16 Mei 2019 — 13:49 WIB
Anak korban bencana tsunami yang akan bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Banten bersama Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Alhamidi.

Anak korban bencana tsunami yang akan bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Banten bersama Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Alhamidi.

SERANG – Gubernur Banten Wahidin merekrut 200 anak korban bencana tsunami untuk dapat bekerja di perusahaan-perusahaan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu pemulihan terhadap kondisi ekonomi pasca musibah yang menimpanya dan menyebabkan kehilangan harta benda.

“Ini menjadi solusi pemulihan yang lebih cepat dibandingkan program lainnya, karena cukup satu bulan bekerja mereka sudah dapat penghasilan dari gaji,” ujar Gubernur kepada wartawan, Kamis (16/05/2019)

Gubernur mengatakan, langkah ini dilakukan melalui program perekrutan tenaga kerja langsung ke perusahaan yang membutuhkan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten. Program ini menjadi salah satu upaya mengurangi angka pengangguran di Provinsi Banten yang cukup tinggi.

“Dan terbukti program ini efektif, pengangguran kita tahun ini berkurang baik itu melalui data BPS atau hasil pendataan yang dilakukan kita sendiri,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Alhamidi menerangkan beberapa hari pasca bencana petugas mendatangi SMA/SMK sekitar lokasi bencana untuk mengumpulkan nama-nama lulusannya yang masih produktif. Setelah itu, mereka diminta untuk melamar pekerjaan yang ditujukan kepada Disnakertrans.

“Sekarang sudah tidak ada lagi lamaran mereka di saya. Semua sudah didistribusikan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Nanti mereka dites, memang ada perusahaan yang mungkin membutuhkan tenaga kerja dengan skill yang berbeda, itu tidak kita paksakan. Tapi kalau misalkan hanya persoalan selisih nilai tes yang kecil, kami akan minta kebijakan perusahaan karena ini tanggungjawab kemanusiaan,” jelasnya

Terakhir, lanjut Alhamidi, 60 anak yang sebagian diantaranya berasal dari korban bencana tsunami telah dilakukan perekrutan pada Rabu (15/5/2019) oleh PT Eagle Nice Indonesia. (haryono/yp)